PANDEGLANG, tabloidnusantara. Sebelum hilang kontak di perairan Selat Sunda, rombongan jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sempat singgah di sebuah hotel di Pandeglang, Banten. Mereka bahkan sudah memesan kamar untuk dua malam.
Hal itu diungkapkan Maman, penjaga hotel tempat rombongan terakhir kali terlihat. Ia menunjukkan sejumlah barang milik tamunya yang hingga kini masih tertinggal di dalam kamar. Ada tas dan beberapa benda pribadi yang belum sempat dibawa.
Menurut Maman, rombongan datang dengan dua kendaraan terpisah. Mereka berjumlah delapan orang yang terdiri dari jurnalis, awak kapal, dan seorang pemandu. Tujuannya satu, meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sekitar pukul setengah dua belas siang, para tamu itu pamit keluar kamar. “Kurang lebih setengah 12 an, cuman mau pamit mau keluar ke apa ke Krakatau,” kata Maman kepada wartawan.
Setelah itu tidak ada kabar lagi. Hingga kini keberadaan mereka masih misterius. Berdasarkan laporan terakhir, rombongan mengalami hilang kontak di sekitar perairan Selat Sunda saat dalam perjalanan menuju lokasi peliputan.
Hingga Kamis pagi, 10 September, tim gabungan masih terus menyisir titik-titik yang telah ditentukan. Belum ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun para penumpangnya.
Kamar hotel yang seharusnya mereka tempati kini hanya berisi barang-barang yang ditinggalkan. Menjadi saksi bisu rencana liputan yang belum sempat terlaksana, dan doa yang terus dipanjatkan agar rombongan segera ditemukan dalam keadaan selamat.
