Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

DELAPAN KAMPUNG DI MIMIKA DISIAPKAN JADI SENTRA KOPERASI NELAYAN MERAH PUTIH

TIMIKA, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyiapkan delapan kampung sebagai lokasi awal pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini diarahkan untuk memperkuat rantai produksi dan distribusi hasil perikanan masyarakat pesisir.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Pemkab Mimika memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut, termasuk menyiapkan lahan untuk pembangunan berbagai fasilitas KNMP.

“Berdasarkan laporan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan serta Kepala Dinas Perikanan, kita dapat delapan titik tahap awal dan ada beberapa titik yang memang harus dikerjakan tahun ini,” kata Rettob di Timika, Senin.

Ia menegaskan dukungan Pemkab Mimika tidak hanya diberikan kepada KNMP, tetapi juga seluruh PSN pemerintah pusat yang dilaksanakan di wilayah Mimika.

“Semua PSN di Mimika, lokasi tanahnya Pemkab Mimika yang siapkan, pembangunannya dilakukan dari pusat,” ujarnya.

Program KNMP di Mimika telah dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, pada Senin (31/8).

Kepala Dinas Perikanan Mimika Clemens Ohoilulin menjelaskan delapan kampung yang masuk dalam program tersebut adalah Pomako, Kiyura, Atuka, Amar, Ipiri, Pronggo, Mupuruka dan Potowayburu.

Dari delapan lokasi itu, Pomako, Ipiri dan Potowayburu ditetapkan sebagai KNMP hub atau pusat, sedangkan lima kampung lainnya berfungsi sebagai kawasan penyangga.

“Jadi delapan ini ada tiga kampung yakni Kampung Pomako, Kampung Ipiri dan Kampung Potowayburu merupakan KNMP hub (pusat), sedang lima kampung lainnya adalah penyangga (pendukung),” kata Clemens.

Konsep tersebut dirancang membentuk rantai pasok antarkampung. Kampung penyangga akan menjadi pemasok hasil perikanan, sementara KNMP hub berfungsi sebagai pusat penampungan, pengolahan dan distribusi.

“Dari KNMP penyangga nanti hasilnya mereka akan menampung di KNMP hub,” ujarnya.

Untuk kampung yang berstatus hub, pemerintah menyiapkan fasilitas yang lebih lengkap, antara lain tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, gudang beku portabel berkapasitas 20 ton, pabrik es portabel berkapasitas tiga ton, sentra kuliner, kios perbekalan, docking dan bengkel perahu.

Fasilitas pendukung lainnya meliputi kantor pengelola, tempat sampah, menara dan penampungan air, penerangan kawasan, rumah genset, akses jalan, gapura serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sementara itu, KNMP penyangga akan dilengkapi fasilitas tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, gudang es portabel berkapasitas tiga ton, kios perbekalan, sentra kuliner, rumah genset, akses jalan, gapura, menara penampungan air, sumur bor dan penerangan.

Pemkab Mimika berharap pembangunan delapan titik tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik. Keberadaan hub dan kawasan penyangga diharapkan mampu memperkuat aktivitas nelayan dari proses pendaratan, penyimpanan hingga pemasaran hasil tangkapan.

Dengan pola tersebut, KNMP di Mimika diharapkan menjadi simpul ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperpendek rantai distribusi hasil perikanan, sehingga hasil tangkapan nelayan dapat ditangani dan dipasarkan dengan lebih baik.