Suharyanto menjelaskan, alokasi anggaran bagi provinsi diberi anggaran Rp 250 juta, sedangkan untuk kota/kabupaten sebesar Rp 200 juta, dengan 21 jenis perlengkapan seperti perahu karet, sembako, matras, selimut, dan lain-lain, sebagai siaga darurat bencana.
“Kalau dihitung nilai uang semuanya Rp 5,5 miliar untuk Provinsi Jawa Barat. Sehingga jika nanti ada bencana segera BPBD bisa bergerak,” tuturnya.
Dari Anggaran dan logistik tersebut, tambah Suharyanto, disiapkan langkah siaga darurat bencana tahun 2024 sebagai antisipasi prediksi curah hujan yang cukup tinggi belakang waktu ini.
“Akibat curah hujan yang cukup tinggi maka prediksi kita mungkin ada beberapa daerah yang banjir gitu. 2025 nanti ada juga, ini setiap tahun, dan kalau musim kering, kita juga siaga menghadapi kekeringan seperti itu,” tambahnya.























KEMHAN-TNI LAKUKAN PENGHEMATAN ANGGARAN HINGGA 26,9 TRILIUN, DIBAHAS DI KOMISI I DPR RI
8.016 RUMAH, 10.888 KEPALA KELUARGA TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN SAMBAS
6 KORBAN TEWAS KEBAKARAN GLODOK PLAZA BERHASIL DI EVAKUASI
BNPB AKAN LAKUKAN MODIFIKASI CUACA DI JAWA TIMUR CEGAH BENCANA DI JATIM
TERCATAT SEBANYAK 3023 JIWA TERDAMPAK BENCANA DI SUKABUMI
27 TITIK, CIANJUR DIKEPUNG BENCANA ALAM AKSES HAMPIR TERPUTUS
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI