“Ini kenaikan yang sangat mengkhawatirkan. Dampaknya, maka terjadilah booster, kenaikan pembentukan awan-awan hujan yang intensif. Itulah yang disebut anomali iklim global atau La Nina, levelnya masih lemah,” katanya.
Dwikorita menambahkan, hal ini memicu peningkatan curah hujan, serta terbentuknya sirkulasi siklonik, muncul bibit-bibit siklom, mengepung wilayah Indonesia dan mengakibatkan angin kencang serta hujan lebat.
Ia juga memberikan prakiraan cuaca untuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana agar meminimalisir potensi cuaca ekstrem, mencegah korban jiwa dan mengurangi kerugian.
“Bisa cek untuk kecamatan mana saja di tiap kabupaten yang kiranya akan terjadi cuaca ekstrem. Silakan buka aplikasi INAWIS BMKG, lihat bagaimana fitur cuaca dalam 7 hari kedepan,” tandasnya.























TERJEBAK, DUA ORANG MENINGGAL PADA PERISTIWA KEBAKARAN DI BUNGUR
MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN, PEMERINTAH SIAPKAN LANGKAH MITIGASI BENCANA
MENTERI PU SIAPKAN EKSKAVATOR TYPE PC 200 DAN 500 LEMBAR GEOBAG PENGENDALI BANJIR SEMENTARA
DILANDA BANJIR,473 KK TERPAKSA MENGUNGSI
BNPB SIAPKAN 55 MILLIAR UNTUK SIAGA BENCANA
POHON BESAR TUMBANG, MELINTANG DIJALAN DAN TIMPA MOBIL, 2 0RANG TEWAS, 2 LUKA-LUKA
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI