Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

BGN TEGASKAN ISU PENGADAAN LAYAR LED Rp535 MILIAR HANYA ISU MENGADA-ADA

JAKARTA, tabloidnusantara. Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono akhirnya angkat bicara di depan Komisi IX DPR terkait viralnya tangkapan layar yang menyebut lembaganya hendak membeli layar LED senilai Rp535 miliar. Dalam rapat di Senayan, Jakarta, Kamis 3 September 2026, Sudaryono menyebut kabar itu tidak benar dan prosesnya sudah ia batalkan begitu menjabat.

Ia menjelaskan foto yang beredar dimedia sosial memang benar dirinya bersama dua Wakil Kepala BGN. Namun narasi di balik foto itu yang bermasalah.

Postingan tersebut seolah menggambarkan jajaran pimpinan BGN sedang mengadakan layar LED dengan nilai fantastis, sampai Sudaryono menyindir angkanya bahkan cukup untuk membeli pesawat pemadam kebakaran.

Menurut Sudaryono, proses pengadaan yang disebut itu muncul pada 1 April lalu. Saat itu ia belum duduk sebagai Kepala BGN. Ia baru masuk pada Juli dan langsung mendapat laporan terkait rencana tersebut. Begitu tahu, ia langsung memerintahkan pembatalan.

Alasannya sederhana dan tegas. Pertama, rencana itu dinilai tidak masuk akal. Kedua, lebih krusial lagi, tidak ada pagu anggaran untuk pos itu di BGN. Sudaryono menekankan bahwa tanpa pagu, melanjutkan proses sama saja kesalahan. Karena itu ia memilih menghentikan sejak awal agar tidak menimbulkan masalah hukum maupun administrasi di kemudian hari.

“LED ini tidak kami izinkan untuk diadakan karena satu, mengada-ada, yang kedua anggarannya tidak ada,” ujarnya di hadapan anggota Komisi IX yang sebelumnya mempertanyakan isu tersebut.

Sudaryono juga meluruskan bahwa pembatalan tetap membutuhkan prosedur dan waktu, sehingga wajar jika jejak administrasi pengadaan itu sempat terlihat di luar. Namun ia memastikan sampai saat ini tidak ada satu rupiah pun dari BGN yang keluar untuk layar LED tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menutup ruang spekulasi yang sempat ramai di media sosial. Bagi BGN, fokus utama saat ini tetap pada program gizi nasional, bukan pada belanja barang yang tidak memiliki dasar anggaran dan urgensi.

Dengan klarifikasi langsung dari pucuk pimpinan, polemik pengadaan layar LED Rp535 miliar resmi dinyatakan selesai.