Namun, karena peralatan (linggis) tertinggal di dalam sumur dari salah satu korban berniat mengambil dan turun kembali.
“Setelah itu tiba-tiba korban meminta tolong kepada rekannya,” katanya.
Kemudian, salah satu temannya turun untuk membantu, akan tetapi teman yang membantu juga ikut minta tolong kepada rekan lainnya yang masih di atas akhirnya minta tolong kepada warga dan dia turun akan tetapi dia pun tidak bisa naik.
“Warga setelah itu tidak ada yang berani turun lagi untuk membantu para korban,” katanya.
Sementara tim SAR gabungan yang datang langsung turun menggunakan peralatan dan para korban berhasil dievakuasi dalam keadaan telah meninggal dunia dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Atas peristiwa ini kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melakukan pekerjaan di tempat yang dapat menimbulkan kecelakaan,” ungkap Supardan.























8.016 RUMAH, 10.888 KEPALA KELUARGA TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN SAMBAS
DATA PENERIMA BANSOS BERUBAH, WARGA YANG BELUM TERDAFTAR DAN LAYAK MASIH BISA AJUKAN
PAGAR LAUT MISTERIUS DI BEKASI TERNYATA PROYEK PEMERINTAH DIAKUI DKP JABAR
JALAN RUSAK TAK KUNJUNG DIPERBAIKI, WARGA GELAR AKSI UNJUK RASA DENGAN TANAM POHON PISANG
TERCATAT SEBANYAK 3023 JIWA TERDAMPAK BENCANA DI SUKABUMI
8.751 KK DAN 24.874 JIWA TERDAMPAK BANJIR DI KOTA MEDAN
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI