NABIRE, tabloidnusantara. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua memperkuat mitigasi pencegahan paham radikalisme dan kejahatan ekstrem berbasis media digital dengan menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta para tokoh agama se-Papua Tengah.
Langkah preventif tersebut diwujudkan melalui agenda tatap muka dan diskusi edukatif yang berlangsung di Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Senin (14/9).
Kepala Satuan Tugas Wilayah Densus 88 Papua, Kombes Pol. Surya Putra, menjelaskan bahwa penguatan literasi digital dan ketahanan ideologi merupakan komitmen jangka panjang kepolisian dalam melindungi anak-anak muda Papua dari ancaman doktrinasi radikal yang kian marak di ruang siber.
“Pencegahan penyebaran radikalisme dan kekerasan ekstrem yang mengincar generasi muda harus diakomodasi secara terstruktur melalui sinergi bersama tokoh agama. Kepolisian berkomitmen menjalankan komunikasi dan edukasi berkelanjutan ini guna mengawal terwujudnya Generasi Emas Papua Tengah yang aman dan toleran,” ujar Kombes Pol. Surya Putra di Nabire.
Selain merangkul pemuka agama, Satgaswil Densus 88 Papua juga menggelar sosialisasi literasi media secara proaktif ke sejumlah sekolah menengah di wilayah Nabire. Kepolisian membuka ruang koordinasi terpadu melalui Polres Nabire bagi institusi pendidikan maupun organisasi kemasyarakatan yang memerlukan pendampingan edukasi pencegahan radikalisme.
Inisiatif pencegahan ini mendapat apresiasi penuh dari FKUB Provinsi Papua Tengah. Sekretaris FKUB Papua Tengah, Muhammad Syarif, mengonfirmasi bahwa penanaman doktrin perdamaian di ruang digital merupakan langkah vital yang harus ditindaklanjuti secara nyata mulai dari lingkup keluarga hingga jemaat keagamaan.
Densus 88 Antiteror Polri mengimbau seluruh orang tua dan elemen masyarakat di Papua Tengah untuk aktif mendampingi serta mengawasi pola aktivitas digital anak guna membentengi diri dari paparan narasi ekstrem.
