Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

ASAP KARHUTLA PEKAT, DOKTER PARU INGATKAN WARGA PATOK ARAH DARI WARNA LANGIT

JAKARTA, tabloidnusantara. Ketika langit berubah kelabu dan napas terasa berat, keputusan sederhana seperti keluar rumah atau menyekolahkan anak tidak lagi bisa diserahkan pada kebiasaan. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama menegaskan, di tengah darurat kebakaran hutan dan lahan, masyarakat butuh satu kompas yang sama, indikator kualitas udara yang diperbarui secara berkala.

Tjandra menyebut indikator merah, kuning, dan hijau bukan sekadar warna di aplikasi cuaca. Itu adalah sinyal kesehatan masyarakat. Jika indikator sudah masuk zona merah, aktivitas luar rumah sebaiknya dihentikan. Sekolah dari rumah dan kerja dari rumah menjadi pilihan yang paling masuk akal. Pada zona kuning, keputusan bisa lebih fleksibel, tergantung seberapa baik ventilasi dan penyaringan udara di sekolah atau kantor. Sementara zona hijau berarti aktivitas masih dapat berjalan seperti biasa, dengan tetap waspada.

“ ia penjelasan dari pemerintah ke masyarakat di lokasi itu kadarnya berapa saat ini, sesuai dengan indikator yang ada,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. Ia menekankan, rekomendasi ini sejalan dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia agar kadar polutan dipantau dari waktu ke waktu dan dijadikan dasar kebijakan oleh warga, pengelola sekolah, hingga pemerintah daerah.

Di lapangan, asap tidak menunggu orang bersembunyi. Bagi yang terpaksa harus keluar, masker menjadi garis pertahanan pertama. Tjandra menyarankan masyarakat memilih masker dengan perlindungan terbaik yang tersedia. N95 disebut sebagai pilihan ideal karena kemampuannya menyaring partikel halus dari asap. Adapun petugas pemadam yang bekerja langsung di sumber api tidak cukup dengan masker kain. Mereka perlu respirator khusus yang dirancang menahan paparan berat.

Di dalam rumah, strateginya adalah menutup rapat pintu dan jendela agar udara luar tidak masuk bebas. Air purifier boleh digunakan bagi yang sudah memilikinya, namun Tjandra mengingatkan agar tidak ada kepanikan membeli. Efektivitas alat itu sangat tergantung pada seberapa pekat asap dan seberapa besar ruangan yang hendak dibersihkan. Saat asap sangat tebal, satu unit di rumah tidak serta merta membuat udara menjadi aman.

Kewaspadaan juga harus naik pada gejala awal. Batuk, pilek, atau sesak yang muncul jangan ditunda hingga dua tiga hari. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta diminta segera ke fasilitas kesehatan. Bagi pasien asma, penyesuaian obat perlu dilakukan lebih awal agar tidak memperparah kondisi saat paparan terus terjadi menit demi menit.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan memperlihatkan besarnya tekanan. Hingga akhir Agustus 2026, lebih dari 5,4 juta orang di tujuh provinsi tercatat terdampak karhutla. Tujuh wilayah itu berstatus siaga darurat, meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi melaporkan, kasus infeksi saluran pernapasan akut sudah menembus di atas 50 ribu. Hampir 40 ribu di antaranya terjadi pada usia di atas lima tahun, termasuk lansia.

Di titik inilah indikator kualitas udara berhenti menjadi informasi teknis dan berubah menjadi keputusan sehari-hari. Merah berarti menahan diri di dalam rumah. Kuning berarti menimbang risiko dan fasilitas. Hijau berarti tetap jalan, tapi tidak abai. Dan di antara semua itu, masker yang tepat, ruangan yang tertutup, serta penanganan cepat saat gejala muncul adalah tiga hal yang paling nyata bisa dilakukan warga hari ini.