Selasa, 3 November 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

KARHUTLA PAPUA SELATAN MELUAS HINGGA 695 HEKTARE, SATGAS TERPADU PERTAJAM MITIGASI EKOLOGIS DAN PERLINDUNGAN TAMAN NASIONAL WASUR

Bagikan berita:

MERAUKE, tabloidnusantara. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Papua Selatan mencatatkan luasan terdampak mencapai 695 hektare berdasarkan data pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 1 November 2026 pukul 17.00 WIB. Kondisi ini menuntut penanganan tanggap darurat terpadu yang tidak hanya berfokus pada pemadaman fisik titik api, tetapi juga pemulihan ekosistem dan perlindungan keanekaragaman hayati kawasan konservasi.

Dari total 695 hektare lahan terdampak, sekitar 253 hektare di antaranya masih dalam proses pemadaman darat dan udara (water bombing) oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni. BNPB turut memetakan sebanyak 379 titik panas (hotspot) serta 171 titik api (fire spot) aktif di sejumlah sektor Papua Selatan.

Ancaman terbesar karhutla ini tertuju pada ekosistem Taman Nasional (TN) Wasur di Kabupaten Merauke yang memiliki luas 431.425 hektare. Kawasan rawa, savana, dan lahan basah ini merupakan habitat kritis bagi 403 spesies burung termasuk 74 spesies endemik Papua dan 114 spesies dilindungi serta menjadi persinggahan utama jalur migrasi ribuan burung asal Australia dan Selandia Baru.

“Penanganan karhutla di Papua Selatan bergerak melampaui upaya pemadaman api. Pemerintah pusat, daerah, bersama TNI-Polri dan balai konservasi memberikan perhatian serius pada perlindungan habitat satwa endemik serta lahan basah TN Wasur dari paparan asap dan kerusakan vegetasi. Kita memperketat patroli darat dan memaksimalkan operasi pemadaman agar dampak ekologis dapat ditekan sekecil mungkin,” tegas perwakilan Tim Satgas Karhutla Provinsi Papua Selatan di Merauke, Selasa (3/11).

Meluasnya Karhutla Papua Selatan ini menegaskan krusialnya keberlanjutan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang diselenggarakan oleh BNPB, BMKG, dan TNI AU. Penyemaian garam NaCl secara intensif di ruang udara Merauke, Mappi, dan Boven Digoel diarahkan untuk membasahi kawasan lahan gambut serta menjaga ketersediaan air di lahan basah TN Wasur.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama kementerian teknis berkomitmen memperkuat pengawasan kawasan konservasi rawan kebakaran, membatasi aktivitas pembakaran lahan liar, serta menyusun peta jalan (roadmap) pemulihan vegetasi pasca-kebakaran guna mengembalikan fungsi ekologis kawasan sebagai benteng keanekaragaman hayati Indonesia Timur.