JAKARTA, tabloidnusantara. Tanpa pemberitahuan, Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo datang langsung ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Cakung Timur, Jakarta, Senin.
Yang dicek bukan seremoni, melainkan satu hal yang paling ditunggu warga, apakah gerai obat benar-benar ada dan harganya memang lebih murah.
Sidak ini adalah tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin KDKMP menjadi pusat ekonomi rakyat, bukan sekadar papan nama koperasi.
Pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Juli lalu, Presiden Prabowo sudah menegaskan arahnya dengan gamblang.
“Obat generik yang dijual di Desa, bisa lebih murah daripada di kota,” kata Presiden Prabowo saat itu.
Di Cakung Timur, janji itu mulai diuji. Gerai obat di KDKMP tersebut kini telah beroperasi, menjual obat-obatan yang disuplai dari Kimia Farma dan dibina oleh Apotek Farmasi Pertahanan di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN).
“Hari ini saya sengaja memang melaksanakan inspeksi mendadak di KDKMP Cakung Timur untuk mengetahui langsung terkait dengan tindak lanjut dari perintah Bapak Presiden, khususnya ketersediaan obat dan juga barang-barang subsidi,” kata Listyo.
Tidak hanya obat, Listyo juga mengecek langsung ketersediaan tabung gas 3 Kg bersubsidi, beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya. Hasilnya, harga di koperasi lebih murah dibanding warung eceran di sekitarnya.
“Beberapa interaksi yang kita laksanakan dengan masyarakat, ada selisih harga yang lebih murah dibandingkan dengan tempat-tempat eceran yang lain. Jadi tentunya ini membantu masyarakat yang ada di sekitar Cakung,” ujarnya.
Sebelumnya, gerai obat di KDKMP sempat tersendat regulasi dan koordinasi antar-lembaga. Hambatan itu akhirnya dibongkar lewat rapat koordinasi yang dipimpin Listyo pada Kamis (15/10) bersama Menteri Kesehatan, BPOM, dan Kementerian/Lembaga terkait.
Rapat tersebut menyepakati skema distribusi dan penjualan obat di gerai KDKMP, sehingga apotek desa kini bisa berjalan legal dan terkontrol.
Sidak di Cakung Timur menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin program Koperasi Merah Putih berhenti di atas kertas. Gerai obat harus ada, barang subsidi harus tersedia, dan harganya harus benar-benar dirasakan warga.
