Rabu, 28 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
EKONOMI

PLN TERANGI 27 DESA DI PAPUA, RIBUAN WARGA MULAI NIKMATI AKSES LISTRIK

Bagikan berita:

JAYAPURA, tabloidnusantara. Pemerataan akses listrik di Tanah Papua terus diperluas. PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat telah menghadirkan jaringan listrik di 27 desa di Provinsi Papua sebagai upaya membuka akses energi bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau layanan kelistrikan.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama bagi masyarakat di daerah pelosok yang membutuhkan listrik untuk menunjang pendidikan, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.

General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan pembangunan jaringan listrik desa merupakan komitmen PLN untuk menghadirkan layanan energi yang lebih merata hingga ke wilayah terpencil.

Pembangunan tersebut mencakup jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR), serta gardu distribusi untuk mendukung penyaluran listrik kepada masyarakat.

“Melalui program tersebut, sebanyak 183 pelanggan di Provinsi Papua telah menikmati layanan listrik. Sementara itu, sebanyak 732 calon pelanggan lainnya masih dalam proses penyambungan melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL),” kata Roberth di Jayapura, Selasa.

Menurutnya, melalui Program Listrik Desa Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2025, PLN UIW Papua dan Papua Barat telah membangun infrastruktur kelistrikan di 128 lokasi di Tanah Papua, dengan potensi penambahan sebanyak 5.659 pelanggan.

Capaian tersebut menunjukkan upaya memperluas jaringan listrik terus berjalan. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi optimal dan masyarakat dapat menikmati layanan listrik secara berkelanjutan.

Bantuan listrik untuk masyarakat yang membutuhkan

Selain membangun jaringan, PLN juga menjalankan sejumlah program bantuan untuk memperluas akses listrik bagi keluarga kurang mampu, yakni Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), Light Up The Dream (LUTD), serta PACE MACE atau Papua Cerah, Masyarakat Cukup Energi.

Di Provinsi Papua, program BPBL telah menjangkau 4.412 penerima manfaat. Sementara itu, program LUTD memberikan bantuan pemasangan listrik gratis kepada 3.084 penerima manfaat.

Adapun program PACE MACE telah menyalurkan bantuan token listrik kepada 12.157 penerima manfaat, khususnya masyarakat asli Papua yang membutuhkan.

Program-program tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh akses energi sekaligus meringankan beban pengeluaran untuk kebutuhan listrik.

Bagi masyarakat, kehadiran listrik bukan sekadar tersedianya penerangan pada malam hari. Listrik juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dengan lebih nyaman, membantu pelaku usaha kecil menjalankan kegiatan produktif, serta mendukung pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Listrik menjadi fondasi pembangunan daerah

Roberth menegaskan PLN akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan layanan kelistrikan di Tanah Papua.

“Kami berharap dengan pemerataan akses listrik di Tanah Papua dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerataan listrik memang menjadi salah satu fondasi penting bagi pembangunan Papua. Akan tetapi, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah desa yang terjangkau jaringan, melainkan juga dari kesinambungan pasokan, keterjangkauan biaya, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Ke depan, perluasan jaringan harus disertai pemeliharaan infrastruktur dan penyelesaian penyambungan pelanggan agar semakin banyak keluarga dapat menikmati listrik secara nyata.

Sebab, ketika listrik hadir hingga ke pelosok Papua, yang dibuka bukan hanya akses penerangan, tetapi juga peluang bagi anak-anak untuk meraih pendidikan, keluarga untuk hidup lebih layak, dan masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera.