MANOKWARI, tabloidnusantara. Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap perjalanan ziarah rohani Holy Land 2026 tidak sekadar menjadi pengalaman spiritual, tetapi juga memperkuat karakter, menanamkan nilai moral, serta menumbuhkan semangat persaudaraan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Rombongan peserta ziarah rohani asal Papua Barat bertolak menuju Kairo, Mesir, pada Senin (26/10/2026), melalui Dubai, Uni Emirat Arab. Perjalanan selama kurang lebih 10 hari tersebut diharapkan membawa pengalaman iman yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan sosial, dan masyarakat setelah para peserta kembali ke Tanah Papua.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Papua Barat, Dirsia Natalia Atururi, mengatakan pemerintah daerah mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang berkarakter, beretika, dan bermoral.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk mental dan moral masyarakat yang positif sehingga turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah yang beretika dan bermoral,” ujarnya saat mengantar rombongan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Menurut Dirsia, nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama perjalanan diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi diwujudkan melalui perilaku yang baik, kepedulian terhadap sesama, serta penghormatan terhadap perbedaan keyakinan.
Di tengah masyarakat Papua Barat yang hidup dalam keberagaman, penguatan kehidupan rohani juga diharapkan berjalan seiring dengan upaya menjaga persaudaraan, mempererat kebersamaan, dan memelihara kerukunan antarumat beragama.
Perjalanan iman diharapkan membawa dampak nyata
Pimpinan Shalom Papua Tours and Travel, Rev. Emma Ellen Wanma Jacobus, M.A., selaku penanggung jawab perjalanan, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perjalanan rombongan dari Manokwari hingga Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan menuju Mesir.
“Kami bersyukur karena Tuhan memimpin rombongan dari Manokwari, kemudian berada di Jakarta selama beberapa hari. Hari ini, Tuhan mengantar kami sampai di bandara dan kami siap meninggalkan Indonesia menuju Holy Land dalam perjalanan kurang lebih 10 hari,” kata Emma.
Ia berharap seluruh peserta mendapatkan perlindungan selama perjalanan, menjalani rangkaian ziarah dengan baik, dan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.
“Kami berharap Tuhan menolong seluruh rombongan sehingga dapat pergi dan kembali dalam pertolongan Tuhan. Puji Tuhan, Tuhan memberkati kita semua,” ujarnya.
Dari Jakarta, rombongan dijadwalkan menggunakan penerbangan Emirates EK357 menuju Dubai, kemudian melanjutkan perjalanan dengan Emirates EK929 menuju Kairo. Peserta tiba di ibu kota Mesir tersebut pada Selasa (27/10/2026).
Membawa pulang nilai persaudaraan dan kedamaian
Ziarah rohani ke Tanah Suci menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam keyakinan, merefleksikan nilai-nilai kehidupan, serta memperkuat komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Namun, makna perjalanan ini tidak hanya terletak pada tempat-tempat suci yang dikunjungi atau pengalaman spiritual yang dirasakan selama perjalanan. Nilai terpentingnya adalah bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi sikap saling menghormati, kepedulian sosial, kejujuran, dan kesediaan hidup berdampingan secara damai.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap para peserta dapat menjadi bagian dari masyarakat yang turut merawat persatuan dan memperkuat toleransi di tengah perbedaan.
Pada akhirnya, perjalanan menuju Tanah Suci diharapkan tidak hanya memperkaya iman pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi kehidupan bersama. Sebab, kedalaman iman tidak hanya tercermin dalam ritual keagamaan, tetapi juga dalam sikap menghargai sesama, menjaga persaudaraan, dan merawat kedamaian di tengah keberagaman Papua Barat.
