JAYAPURA, tabloidnusantara. Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Papua Raya mengimbau seluruh lapisan masyarakat di wilayah Tanah Papua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk modus penipuan dan permintaan uang yang mengatasnamakan Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah antisipasi ini disampaikan menindaklanjuti beredarnya informasi kegiatan tidak resmi dan ajakan berbayar yang disebarkan melalui grup percakapan digital WhatsApp dengan mengatasnamakan “Grup Satgas Nasional MBG Gel II PABPDSI Provinsi Papua”.
Kepala KPPG Papua Raya, Djimmy Y. Douw, mengonfirmasi dan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan agenda resmi BGN dan sama sekali tidak diselenggarakan maupun didukung oleh KPPG Papua Raya.
“KPPG Papua Raya menegaskan secara terbuka bahwa kegiatan tersebut ilegal dan bukan bagian dari program resmi BGN. Kami tidak pernah memungut atau meminta biaya pendaftaran, biaya administrasi, maupun bentuk pungutan lain kepada masyarakat untuk program pemenuhan gizi,” tegas Kepala KPPG Papua Raya, Djimmy Y. Douw, di Jayapura, Rabu (28/10).
Guna mencegah kerugian finansial di tingkat masyarakat, KPPG Papua Raya menyampaikan rekomendasi penanganan jika warga menerima informasi mencurigakan:
- Tidak mudah memercayai surat, pesan singkat, atau undangan program BGN yang meminta pemindahan sejumlah dana (transfer bank) tanpa konfirmasi ke saluran resmi instansi.
- Menyimpan bukti pesan percakapan, nomor kontak pengirim, serta bukti transfer jika ada, sebagai bahan dasar penindakan hukum oleh pihak berwajib.
- Pelaksanaan seluruh program pemenuhan gizi BGN di Papua dilaksanakan berbasis prinsip transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari pungutan liar (pungli).
Melalui klarifikasi publik ini, KPPG Papua Raya memastikan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat Papua tetap berjalan profesional dan mengimbau publik untuk selalu memvalidasi setiap informasi program pemerintah melalui saluran komunikasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
