JAYAPURA, tabloidnusantara. Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 810/BEM melalui pelayanan cek kesehatan gratis (CKG) bagi warga Kampung Sosiri, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.
Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian TNI yang tidak hanya berorientasi pada tugas menjaga keamanan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau.
Komandan Yonif TP 810/BEM, Letkol Inf. Iskandar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan warga di wilayah binaan. Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, pengobatan gratis, pemberian vitamin, serta penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Tim medis Yonif TP 810/BEM dengan ramah dan humanis memberikan pelayanan CKG terbaik serta memberikan obat-obatan secara gratis,” kata Iskandar dalam keterangan tertulis di Wamena, Selasa.
Warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, mama-mama Papua hingga para lansia, tampak antusias mengikuti pemeriksaan. Kehadiran tim medis memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus memperoleh informasi mengenai pentingnya menjaga kebugaran dan mencegah penyakit.
Bagi masyarakat, pelayanan semacam ini memiliki arti penting karena akses terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan mendasar, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan dalam menjangkau fasilitas pelayanan medis.
Iskandar menegaskan kesehatan merupakan fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup dan keberhasilan pembangunan daerah.
“Kesehatan adalah modal utama pembangunan. Kami ingin masyarakat Papua sehat jika masyarakat sehat maka pembangunan akan berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, Yonif TP 810/BEM berkomitmen untuk terus mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah binaan. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap derajat kesehatan warga meningkat dan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat.
Lebih dari sekadar pemeriksaan dan pemberian obat, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada masyarakat perlu hadir secara langsung, humanis, dan berkelanjutan. Sebab, masyarakat yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar, bekerja, dan membangun masa depan keluarganya.
Di Tanah Papua, pengabdian tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari kepedulian terhadap kehidupan warga. Ketika pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat, kehadiran negara diharapkan semakin dirasakan melalui manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
