Jumat, 23 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

BEM SEMARANG GERUDUK JALAN PAHLAWAN, TAGIH EVALUASI 2 TAHUN PRABOWO-GIBRAN

Bagikan berita:

SEMARANG, tabloidnusantara. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Semarang menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Kamis (22/10/2026).

Aksi ini menjadi momentum evaluasi keras terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang menyorot arah kebijakan pemerintah selama dua tahun terakhir. Demonstrasi dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, salah satu titik vital yang menjadi simbol pemerintahan di ibu kota provinsi.

Dampak aksi terasa langsung pada lalu lintas. Ruas Jalan Pahlawan ditutup total mulai pukul 16.00 WIB.

Rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi, mengingat Jalan Pahlawan merupakan jalur utama yang padat pada jam pulang kerja.

Untuk mengamankan aksi, aparat mengerahkan 2.901 personel gabungan dari TNI, Polri, Polda Jawa Tengah, Polrestabes Semarang, dan instansi terkait lainnya. Jumlah tersebut menunjukkan skala pengamanan yang tidak main-main.

Aksi ini menegaskan posisi mahasiswa sebagai kelompok penekan yang menjalankan fungsi kontrol sosial. Dua tahun pemerintahan dinilai menjadi waktu yang cukup untuk melihat apakah janji politik telah diterjemahkan menjadi program yang menjawab kebutuhan rakyat.

Kritik yang dibawa mahasiswa tidak hanya soal kebijakan ekonomi dan sosial, tetapi juga menyangkut arah demokrasi dan keberpihakan negara pada kepentingan publik.

Namun, substansi lima tuntutan tersebut menjadi kunci untuk mengukur ketajaman evaluasi. Tanpa rincian argumentasi dan kebijakan spesifik yang dikritik, aksi berisiko hanya terbaca sebagai simbolik.

Di sisi lain, besarnya aparat dan penutupan jalan juga menguji keseimbangan antara hak menyampaikan pendapat dan hak publik pengguna jalan.

Efektivitas demonstrasi kini bergantung pada tindak lanjut. Apakah lima tuntutan itu akan mendapat respons dari pemerintah pusat maupun daerah, atau hanya berhenti di jalanan.

Hingga malam, belum ada keterangan resmi dari perwakilan pemerintah yang menemui massa, maupun pernyataan lengkap dari koordinator aksi terkait target capaian.

Yang jelas, Jalan Pahlawan pada Kamis petang bukan hanya menjadi panggung orasi, tetapi juga cermin bahwa evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran terus mendapat sorotan kritis dari kampus.