JAKARTA, tabloidnusantara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan Jakarta terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari pekerjaan, tanpa memandang asal KTP. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di UKM Gallery, Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis.
“Jakarta selalu membuka diri bagi siapapun untuk mencari kerja. Kami tidak pernah melihat, membatasi, apakah itu KTP Jakarta atau bukan KTP Jakarta. Karena bagaimanapun, Jakarta terbuka bagi siapa saja,” kata Pramono
Namun keterbukaan itu dibarengi dengan pesan untuk ikut merawat kota. Pramono menyebut Jakarta kini telah menjadi simbol kota global dunia dan menempati posisi 140 dari 1.000 kota terbaik dunia, serta peringkat ke-15 sebagai kota dengan transportasi terbaik di dunia.
“Saya mendoakan untuk bisa segera mendapatkan pekerjaan, tetap harus dirawat Jakarta ini. Karena bagaimanapun, Jakarta sekarang ini identitasnya sudah menjadi simbol kota global dunia,” ujarnya.
Menurutnya, fasilitas publik Jakarta semakin baik dan rapi, tetapi tidak akan berarti tanpa kesadaran kolektif untuk menjaga. Ia pun menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta dari 5,79 persen menjadi 3,5 persen melalui berbagai program ketenagakerjaan.
Salah satu fokus utama adalah penyiapan tenaga kerja untuk pasar global. Jakarta telah bekerja sama dengan sejumlah negara dan kota dunia untuk penyaluran tenaga kerja, di antaranya Singapura, Jepang, Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong. Kendala terbesar yang dihadapi adalah kemampuan bahasa.
“Problem utamanya adalah bahasa. Maka untuk itu, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri,” ungkap Pramono.
Ia menjelaskan Pemprov DKI menyediakan fasilitas Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa bagi calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri.
Fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara gratis agar tenaga kerja asal Jakarta memiliki daya saing di tingkat internasional.
