BOGOR, tabloidnusantara. Kotak susu yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Padahal tanggal kedaluwarsanya masih lama.
Sebanyak 103 siswa SMPN 2 Cisarua harus menjalani perawatan medis di RSPG Cisarua, Rabu (21/10/2026), setelah mengalami gejala mual, pusing, dan muntah-muntah beberapa menit usai mengonsumsi MBG.
Menu yang disajikan hari itu terdiri dari nasi putih, sayur jagung, telur, buah kelengkeng, dan susu kotak UHT.
Dugaan mengarah ke susu setelah beredar video di media sosial yang merekam reaksi siswi saat membuka kotak susu. Dalam video tersebut terlihat cairan susu menggumpal dan berbau tidak sedap.
“Susu MBG, iyuh! Ada gumpalannya,” ujar siswi dalam video yang viral tersebut.
Kejanggalan makin disorot karena pada kemasan susu tertera tanggal kedaluwarsa 01 Maret 2027, atau masih lima bulan lagi. Publik pun mempertanyakan kualitas penyimpanan dan distribusi susu tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah bergerak cepat mengambil sampel makanan dan minuman untuk diuji laboratorium.
“Sudah mengambil sampel makanan dan sampel minuman, langsung dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor,” kata Rudy, Rabu.
Rudy menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan sebelum hasil laboratorium keluar. “Nanti hasil uji laboratoriumnya keluar, baru kami bisa menyimpulkan apakah ini betul keracunan makanan atau keracunan minuman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty. Ia menyebut semua item MBG akan diuji, mulai dari nasi, telur, sayur wortel dan jagung, hingga susu UHT.
“Ada nasi, ada telur ya, ada sayur wortel dan jagung ya, ada susu UHT,” kata Fusia. “Saya enggak berani menduga ya, karena hasilnya belum ada.”
Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan MBG yang perlu evaluasi menyeluruh, terutama pada rantai distribusi, penyimpanan dingin, dan pengawasan mutu susu UHT agar tidak membahayakan siswa.
