Selasa, 13 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
PENEGAK HUKUM

RAZIA MP CLUB PEKANBARU: 63 POSITIF NARKOBA DARI 68 YANG DIAMANKAN, DELAPAN MASIH DIPERIKSA

Bagikan berita:

PEKANBARU, tabloidnusantara. Penggerebekan tempat hiburan malam MP Club di Pekanbaru membuka fakta mengejutkan. Dari 68 orang yang diamankan, 63 orang dinyatakan positif narkotika berdasarkan hasil tes urine.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau kini masih mendalami peran delapan dari 68 orang tersebut terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira di Pekanbaru, Senin, mengatakan delapan orang itu masih menjalani pemeriksaan intensif untuk memastikan keterlibatan masing-masing.

Sementara itu, sebanyak 60 orang lainnya telah diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau untuk menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT).

Penggerebekan dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau pada Minggu (11/10) dini hari. Operasi itu merupakan hasil penyelidikan selama sekitar satu bulan terhadap MP Club yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 68 orang yang terdiri atas pengunjung, pelayan, petugas keamanan, serta asisten manajer tempat hiburan malam tersebut.

Seluruh yang diamankan menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, dari 47 laki-laki yang diperiksa, sebanyak 42 orang dinyatakan positif mengandung amfetamin dan metamfetamin.

Seluruh 21 perempuan yang diamankan juga dinyatakan positif mengandung amfetamin maupun metamfetamin.

Dengan demikian, sebanyak 63 dari 68 orang menunjukkan hasil positif.

Petugas juga menyita barang bukti berupa 7,5 butir pil ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, serta uang tunai Rp14,3 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.

Barang bukti tersebut ditemukan pada sejumlah orang yang diamankan, termasuk pengunjung dan pekerja di tempat hiburan malam itu.

Penyidik masih menelusuri asal-usul narkotika, dugaan transaksi di lokasi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Polisi juga mendalami dugaan adanya pihak dari luar yang datang untuk mengedarkan narkotika di tempat hiburan malam tersebut.

“Proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan untuk memastikan peran masing-masing pihak serta mengungkap kemungkinan jaringan pemasok di atasnya,” kata Putu.

Sebagai bagian dari proses tersebut, polisi pada Senin memasang garis polisi di area pub dan salah satu ruangan MP Club.

“Pemasangan garis polisi dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan selama kurang lebih satu bulan terhadap tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika,” katanya.