Rabu, 7 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
HANKAM

SINERGI LINTAS INSTANSI, SATGAS DAMAI CARTENZ DAN POLDA PAPUA DALAMI TEMUAN 200 AMUNISI ILEGAL DI PERAIRAN JAYAPURA

Bagikan berita:

JAYAPURA, tabloidnusantara.  Satuan Tugas (Satgas) Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua secara resmi menerima penyerahan barang bukti berupa 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Jayapura. Penyerahan barang bukti secara formal dilaksanakan di Jayapura, Senin (5/10/2026).

Temuan amunisi tersebut bermula dari operasi patroli perairan yang dilakukan petugas Bea Cukai Jayapura pada Sabtu (3/10) malam. Petugas mendapati sebuah perahu motor (longboat) mencurigakan yang diduga membawa barang ilegal menuju batas perairan Papua Nugini (PNG). Saat hendak diperiksa, awak kapal berupaya melarikan diri dan membuang barang bawaan ke laut, yang kemudian diamankan petugas berupa tiga koli rokok ilegal tanpa pita cukai serta satu tas kulit berisi 200 butir amunisi aktif.

Kepala KPPBC TMP C Jayapura, Fungki Awaludin, menjelaskan bahwa tindak pelanggaran cukai ditangani oleh pihak Bea Cukai, sedangkan temuan amunisi diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk penanganan hukum dan pengembangan perkara lebih lanjut.

“Pengungkapan perkara tidak hanya berfokus pada penyitaan barang bukti, tetapi diarahkan secara komprehensif untuk mendalami asal-usul, jaringan pengadaan, jalur distribusi perairan, hingga pihak-pihak yang menguasai amunisi ilegal tersebut. Kami mengapresiasi sinergi cepat Bea Cukai Jayapura dalam menjaga keamanan wilayah pesisir Papua,” tegas Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, di Jayapura.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menambahkan bahwa tim penyidik gabungan Subsatgas Investigasi dan Ditreskrimum Polda Papua saat ini tengah mengumpulkan keterangan saksi guna mengidentifikasi sarana angkut, identitas awak longboat, serta mengusut keterkaitan dengan rantai jaringan peredaran senjata dan amunisi ilegal yang pernah diungkap sebelumnya di wilayah Jayapura maupun Mimika.

Aparat keamanan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas penyimpanan, pengangkutan, maupun transaksi amunisi secara ilegal. Masyarakat dimohon untuk segera melaporkan setiap indikasi atau aktivitas mencurigakan di wilayah perairan dan perbatasan demi menjaga stabilitas keamanan serta kondusivitas kamtibmas di Tanah Papua.