BATANG, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten Batang memperingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk memperketat standar operasional prosedur pengolahan makanan menyusul dugaan keracunan massal MBG di Kecamatan Bawang.
Sanksi penutupan menanti jika terbukti lalai.
Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan persoalan keamanan pangan tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengancam keselamatan penerima manfaat.
“Jaga SOP benar-benar, karena berkaitan tentang makan. Kalau ada salah dari masak atau yang bersifat tidak sehat akan menimbulkan keracunan. Ini rawan sekali,” ujar Suyono, Rabu malam 23 September 2026.
Ia mengingatkan program MBG merupakan program pemerintah yang harus diikuti dengan pengawasan dan pengolahan pangan yang baik.
Setiap tahapan mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi harus steril dan sesuai standar kesehatan.
Pemkab Batang telah meminta Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Selain menunggu hasil pemeriksaan, pemerintah berencana memanggil koordinator wilayah dan pihak pengelola SPPG Bawang untuk meminta pertanggungjawaban serta menelusuri proses pengolahan hingga distribusi makanan.
Suyono menyebut langkah tegas dapat diambil apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya kelalaian dan tidak terdapat pertanggungjawaban dari pengelola.
“Bisa berakibat ditutup kalau benar-benar nanti tidak ada pertanggungjawaban berikutnya,” ujarnya.
Hingga kini penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pemerintah memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas agar kejadian serupa tidak terulang dan program MBG tetap berjalan aman bagi anak sekolah sebagai penerima manfaat.
