Kamis, 24 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

RATUSAN SISWA, BALITA DAN WALI MURID DI BAWANG BATANG DIDUGA KERACUNAN MBG

Bagikan berita:

BATANG, tabloidnusantara. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berujung kepanikan massal.

Ratusan warga yang terdiri dari siswa SD, anak TK dan PAUD, hingga wali murid dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG pada Rabu, 23 September 202.

Dampak keracunan meluas ke sejumlah lembaga pendidikan. Di antaranya SDN 3 Bawang, SD Pasusukan, TK PAUD Al Ikhlas, TK PAUD Harapan Bunda, dan TK Pertiwi.

Gelombang pasien yang datang secara bersamaan membuat pelayanan di Puskesmas Bawang membludak hingga antrean mengular.

Karena keterbatasan kapasitas, sejumlah pasien dengan kondisi lebih berat terpaksa dirujuk ke RSUD Limpung, RSUD Batang, dan Rumah Sakit Qim untuk mendapatkan perawatan intensif.

Fakta di lapangan mengungkap kejadian ini tidak terjadi mendadak. Warga setempat bernama Juwaihir mengonfirmasi gejala awal sudah dirasakan sejak Selasa, 22 September 2026.

Namun puncak kedatangan pasien baru terjadi pada Selasa malam hingga Rabu sore, saat keluhan mual, muntah, dan lemas kian memburuk.

Dugaan awal mengarah pada makanan yang dipasok dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang berlokasi di Desa Bawang.

Sejumlah saksi menyebut menu olahan telur yang disajikan dalam paket MBG diduga menjadi pemicu utama. Meski demikian, kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium resmi terhadap sampel makanan yang telah diamankan.

Sekretaris Desa Pasusukan, Ahmadi, menyebut pendataan korban masih bergerak dinamis di lapangan. Jumlahnya terus bertambah karena korban tidak hanya berasal dari siswa penerima program, melainkan juga para orang tua yang ikut mengonsumsi sisa hidangan MBG yang dibawa pulang ke rumah.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menyatakan seluruh tenaga medis disiagakan penuh dan fokus utama saat ini adalah penyelamatan pasien. Pihak dinas belum merilis jumlah pasti korban karena masih memprioritaskan penanganan.

Saat ini otoritas terkait tengah menginvestigasi total rantai pasok MBG di Bawang, mulai dari kualitas bahan baku, standar kebersihan dan higienitas pengolahan di dapur SPPG, hingga alur dan durasi distribusi makanan sebelum sampai ke tangan anak-anak sekolah.