Kamis, 24 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

BANJIR BANDANG TERJANG EMPAT PEKON DI KOTAAGUNG BARAT TANGGAMUS, TANGGUL WAY BELU JEBOL 200 METER

Bagikan berita:

TANGGAMUS, tabloidnusantara. Banjir bandang menerjang empat pekon di Kecamatan Kotaagung Barat Kabupaten Tanggamus Lampung Rabu 23 September 2026.

Derasnya aliran Sungai Way Belu membuat tanggul jebol hingga air meluap ke permukiman warga, lahan pertanian, perkebunan, dan fasilitas pendidikan.

Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Lampung, banjir terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan berdampak pada Pekon Belu, Negara Batin, Kanyangan, serta Teba Bunuk.

Di Pekon Negara Batin sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan ringan. Banjir juga berdampak terhadap sekitar 150 kepala keluarga. Sementara di Pekon Belu tanggul Sungai Way Belu jebol sepanjang kurang lebih 200 meter.

Air kemudian masuk ke permukiman warga dan merendam SDN 1 Belu. Sekitar 150 KK di wilayah tersebut turut terdampak dan sejumlah lahan milik warga ikut terendam.

Dampak banjir meluas hingga sektor pertanian. Di Pekon Kanyangan sekitar 50 hektare lahan perkebunan terendam sedangkan di Pekon Teba Bunuk sekitar 5 hektare lahan pertanian terdampak.

Warga Pekon Negara Batin Jamal mengatakan masyarakat sempat dikejutkan dengan peningkatan debit air yang berlangsung cepat pada dini hari.

Warga kemudian berupaya memperingatkan masyarakat sekitar melalui pengeras suara di musala.

“Jam 1 lewat 25 menit, pokoknya sekitar 01.30 WIB. Saya umumkan di musala, itu masih kecil. Ketika keluar dari musala, langsung besar,” kata Jamal, Rabu.

Menurut Jamal salah satu titik tanggul yang jebol berada di kawasan perbatasan Pekon Belu dan Negara Batin.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu titik rawan ketika debit Sungai Way Belu mengalami peningkatan.

“Perbatasan Belu dan Negara Batin ini belum ditanggul, itu yang dikhawatirkan. Makanya jebol dari perbatasan semula ini,” ujarnya.

Jamal menuturkan sebelum banjir bandang terjadi air sungai sempat meningkat sekitar pukul 22.00 WIB. Namun kondisi kemudian berangsur surut sehingga warga mengira situasi telah kembali aman.

“Tapi sebelumnya banjir sekitar jam 10 malam itu tapi langsung berangsur surut sehingga warga sempat mengira keadaan telah aman. Nggak tahu tengah malam malah bandang,” sambungnya.

Ia berharap penanganan segera dilakukan terutama terhadap tanggul yang mengalami kerusakan agar kejadian serupa tidak kembali mengancam warga.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Tanggamus Hendarman Wahid memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, memang ada beberapa bangunan yang rusak dalam peristiwa tersebut,” kata Hendarman.

Terkait jumlah bangunan yang mengalami kerusakan Hendarman mengatakan pendataan masih terus diperbarui oleh petugas di lapangan.

Untuk sementara penanganan difokuskan pada pembersihan material lumpur yang masuk ke rumah warga maupun fasilitas umum.

“Data lengkapnya nanti kami sampaikan, saat ini fokus membersihkan material lumpur dari pemukiman maupun fasilitas umum,” pungkasnya.