Minggu, 25 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

MENTERI ARA GERAM BANTUAN BEDAH RUMAH TAK TEPAT SASARAN: JANGAN DIBERIKAN KE YANG MAMPU

Bagikan berita:

JAKARTA, tabloidnusantara. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bantuan Program Bedah Rumah harus tepat sasaran. Ia memastikan bantuan perbaikan rumah diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan kondisi hunian dan keadaan ekonomi penerima.

Maruarar menekankan pentingnya pemeriksaan kondisi rumah dan keadaan ekonomi penerima sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi pertimbangan penting untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kadang bantuan sosial, bantuan dari negara tidak tepat sasaran, karena diberikan kepada yang mampu, dan rumahnya yang layak huni. Ini harus diperbaiki, tidak boleh terjadi lagi, sebab yang membutuhkan banyak, kalau tidak tepat sasaran, akibatnya ada ketidakadilan,” kata Menteri yang akrab disapa Ara tersebut saat meninjau pelaksanaan Program Bedah Rumah di Kampung Ambon, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026).

Saat meninjau rumah Ester, warga berusia 64 tahun, Maruarar melihat langsung kondisi hunian yang dinilai tidak layak.

“Betapa hancurnya rumah ini dan berbahaya, bisa lihat temboknya, atapnya, saya yakin sudah mau roboh,” ucapnya.

Ester mengaku telah menempati rumah tersebut sejak 1973 dan belum pernah menerima bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Ia kini tinggal seorang diri tanpa penghasilan tetap, sehingga kebutuhan sehari-harinya dibantu anak dan tetangganya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, Ester masuk kelompok desil satu berdasarkan data sosial ekonomi. Amalia menyebut Ester tidak bekerja, tinggal sendiri, dan data dirinya telah dimutakhirkan melalui Sensus Ekonomi.

Amalia mengatakan pemutakhiran data tersebut membantu memastikan kondisi sosial ekonomi penerima bantuan sesuai dengan keadaan sebenarnya.

“Menurut data kami, Ibu ini masuk desil satu, artinya, penghasilan dan tingkat kesejahteraannya termasuk 10 persen paling bawah,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

“Data beliau (Ester) akurat dan tepat, karena beliau sudah didata melalui Sensus Socio-Ekonomi. Jadi Sensus Socio-Ekonomi ini betul-betul memutakhirkan data-data masyarakat kita.”