PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Dalam situs berita VIVAcoid menuliskan tentang miris, Prajurit TNI selamatkan Nyawa 2 Anak Papua di Pos Jaga mereka. Vivacoid menjelaskan bahwa pemandangan tersebut sangat miris karena terpampang di Pos Kesehatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG, Batalyon Infanteri Mekanis Raider 413/Bremoro, Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) di Kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, terlihat prajurit TNI sedang menolong 2 orang anak yang sedang sakit.
BACA JUGA : DINKES JAYAWIJAYA BERSMA TNI GELAR SOSIALISASI VAKSIN COVID- 19
Diketahui bahwa kedua anak kecil ini bernama
Anis Saleman berumur 10 tahun dan Suhun diki berumur 6 tahun. Kedua anak ini
terlihat dirawat dengan peralatan medis darurat di pos TNI. Komandan Satgas
Pamtas RI-PNG, Yonif Mekanis Raider 413, Mayor Inf Anggun Wuriyanto
menyampaikan bahwa kedua anak itu dirawat tim kesehatan TNI di pos karena pusat
layanan kesehatan masyarakat sangat jauh Sementara kondisi kedua anak itu sudah
harus mendapatkan penanganan medis serius. Sebab dari hasil rapid diagnotic
test (RDT), mereka terdiagnosa diserang penyakit malaria, jika terlambat di
tangani maka dapat berujung pada kematian.
Mendengar hal tersebut, Steve Mara Tokoh Muda asal Papua ini mengaku terpesona melihat gerak cepat TNI yang langsung mengambil tindakan untuk pertolongan pertama kepada kedua anak tersebut.
“Apa yang dilakukan oleh Prajurit TNI kepada
kedua anak Papua ini sangat membanggakan dan membuat saya terharu karena
penyakit malaria ini sangat ditakuti di Papua, jika kita melihat trend penyakit
malaria di Papua maka setiap tahunnya selalu ada ribuan orang Papua yang
meninggal karena penyakit malaria. Prajurit yang melakukan pertolongan pertama
kepada anak ini harus diberikan penghargaan karena telah melakukan tugasnya
dengan baik yaitu melindungi segenap warga negara Indonesia”. Kata Steve.
Lanjut Steve Mara, Pengabdian kepada ibu pertiwi seperti yang dilakukan oleh para prajurit di pos batas RI-PNG ini sangat baik dan patut di apresiasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima TNI karena mereka adalah Wajah TNI di masyarakat. Saya berharap KASAD BAHKAN Panglima TNI harus memberikan penghargaan kepada para prajurit yang bertugas di daerah batas RI-PNG dan berhasil mengambil tindakan terpuji agar prajurit semakin semangat dalam bertugas.
BACA JUGA : PEDULI DENGAN KESEHATAN MASYARAKAT, TNI LAKSANAKAN PENGOBATAN KELILING
Selain mengapresiasi Satgas Pamtas RI-PNG
Yonif Mekanis Raider 413 tersebut, Steve Mara yang menyandang gelar Magister
Pertahanan ini juga menyampaikan bahwa Prajurit TNI yang bertugas di Papua
terutama didaerah pedalam ini kebanyakan prajurit non-organik atau prajurit
yang didatangkan dari batalyon-batalyon khusus untuk membantu menjaga wilayah
Papua dari ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, sehingga saya
mengusulkan kepada Panglima TNI dan juga KASAD agar membuat kebijakan yang
dapat menambah semangat kerja dari para prajurit, seperti memberikan kenaikan
pangkat istimewa kepada prajurit tamtama, memberikan rekomendasi sekolah
perwira kepada prajurit bintara, dan rekomendasi SESKOAD dan SESKO TNI bagi
para perwira menengah, namun semua itu diberikan apabila selama bertugas di
Papua, para prajurit non-organik tidak melakukan tindakan yang merugikan
masyarakat tetapi melakukan tindakan yang membuat masyarakat merasa hidup damai
didalam NKRI.
Prajurit harus diberikan penghargaan,
diperhatikan kesejahterannya keluarganya, uang lauk pauk bagi TNI yang bertugas
di Papua harus ditambah, kelengkapan alutsista yang digunakan dilapangan harus
diperhatikan, dan pelatihan psikologis ekstra kepada TNI Non-organik harus diberikan
yaitu pelatihan untuk mengenal psikologi dan budaya masyarakat setempat agar
prajurit tenang di dalam melakukan tugas dan pengabdiannya kepada bangsa dan
negara, imbuh Steve Mara.