Dia juga menyebutkan bahwa ada tiga sungai melintasi wilayah Kota Medan mengalami luapan, yakni Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Sei Belawan.
“Sebagian warga masih di tempat pengungsian, seperti rumah ibadah, rumah warga, dan sekolah. Sedangkan sebagian lagi memilih kembali ke rumah menjaga harta bendanya,” tutur Yunita.
Kepala Balai BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan sesuai data curah hujan beberapa stasiun BMKG di Sumatera Utara, tercatat intensitas hujan pada kategori sedang hingga tinggi dengan durasi yang cukup lama.
“Analisis kondisi atmosfer, fase MJO (Madden Julian Oscillation) selama satu minggu terakhir berada pada fase 2 dan 3, didukung nilai IOD (Indian Ocean Dipole) pada fase negatif sebesar -0,73,” katanya, Rabu (27/11).
Selain itu, kata dia, ada juga pengaruh dari Monsun Asia membawa masa udara lembab dari Laut China Selatan dan Samudra Hindia barat Sumatera Utara.
Analisis pola angin menunjukkan adanya konvergensi berupa belokan dan perlambatan angin terjadi tepat di wilayah Sumatera Utara. Kondisi ini diperparah oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 99B yang terpantau di perairan Samudra Hindia barat Sumatra.
“Faktor-faktor ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta durasi yang panjang hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara,” katanya.























DATA PENERIMA BANSOS BERUBAH, WARGA YANG BELUM TERDAFTAR DAN LAYAK MASIH BISA AJUKAN
JALAN RUSAK TAK KUNJUNG DIPERBAIKI, WARGA GELAR AKSI UNJUK RASA DENGAN TANAM POHON PISANG
BERNIAT MEMBANTU REKAN, 3 ORANG TERJEBAK DALAM SUMUR HINGGA AKHIRNYA SEMUA TAK TERTOLONG SAAT DI EVAKUASI
DILANDA BANJIR,473 KK TERPAKSA MENGUNGSI
AKIBAT BANJIR JALAN PROVINSI PESISIR SELATAN TERPUTUS
IMBAS SERANGAN KSTP DI YAPIKAMOT, 9 WARGA DIEVAKUASI APARAT GABUNGAN
BARESKRIM : IJAZAH JOKOWI ASLI