Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PASCA RELOKASI KE CIJANTUNG, KODAM JAYA LAKUKAN PEMBONGKARAN 64 RUMAH YANG DITINGGALKAN PRAJURIT TNI AD AKTIF

Pembongkaran 64 bekas rumah dinas TNI AD ini dilakukan Kodam Jaya karena sudah dikosongkan penghuninya dan  menempati rumah relokasi di daerah Cijantung, Jakarta Timur.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Kodam Jaya – Kebun Jeruk.
Kodam Jaya melakukan pembongkaran bekas rumah dinas milik TNI AD di Kompleks
Yonhub Dithubad, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat,
sejak Kamis (25/4/19) pagi.

Pembongkaran 64 bekas rumah dinas TNI AD ini dilakukan Kodam Jaya karena sudah dikosongkan penghuninya dan  menempati rumah relokasi di daerah Cijantung, Jakarta Timur.

Dok. Pendam Jaya. Paska Relokasi perumahan Prajurit TNI.

“Kodam Jaya melakukan pembongkaran bekas rumah dinas yang sudah dikosongkan para Prajurit TNI AD aktif, karena mereka sudah menempati rumah yang sudah direlokasi di daerah Cijantung, mereka direlokasi dari sini ke sana,” jelas Wakapendam Jaya Letkol Kav Antonius Totok, di lokasi, Jumat (26/4).

Totok juga membantah,
adanya tudingan dari pihak lain yang menyebut Kodam Jaya melakukan penyimpangan
dari prosedur yang berlaku. “Tidak ada relevansi keterkaitan pembongkaran
yang dilakukan Kodam Jaya dengan tudingan pihak-pihak tertentu termasuk dari
para Purnawirawan. Yang dibongkarkan rumah kosong, bukan rumah Purnawirawan.
Jadi pemberitaan yang sempat dimuat di media itu tidak benar dan tidak sesuai
fakta di lapangan. Kodam Jaya sudah sesuai prosedur,” jelas Totok.

Sempat beredar pemberitaan
di media elektronik nasional yang menyebut sejumlah Purnawirawan berusaha
menghalangi proses pembongkaran tersebut.

Sebelum pembongkaran ini
dilakukan, jauh sebelumnya, Kodam Jaya telah memberikan sosialisasi kepada
penghuni dan terjadi kesepakatan untuk mengosongkan rumah tersebut. “Jauh
sebelumnya, kita sudah sosialisasikan beberapa kali kepada penghuni dan
tercapai kesepakatan untuk direlokasi,” tambah Totok.

Totok juga mengajak semua
pihak, terutama media untuk turut membantu menyampaikan fakta yang terjadi,
sehingga tidak muncul pemaknaan yang berbeda. “Jangan lagi pembongkaran
ini dikaitkan dengan dukung mendukung terhadap salah satu kontestan Pemilu. Ini
murni pembongkaran rumah dinas yang sudah tidak ditempati Prajurit TNI AD
aktif,” pungkasnya.