Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

CAMAT SOLO, MENGKLARIFIKASI ATAS BERITA PUNGUTAN LIAR DI TEMPAT PARIWISATA

SOLO, “tabloidnusantara.com” – Minda SH, camat solo, mengkonfirmasi terkait viralnya di group Whatshapp dengan no +62 812-7550-xxx, “Memuat adanya pengutan liar atau pemerasan di objek wisata Sungai Gelombang yang berada di Desa Sipungguk Kecamatan Salo Kabupaten Kampar.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


SOLO,
“tabloidnusantara.com” – Minda SH, camat solo, mengkonfirmasi terkait
viralnya di group Whatshapp dengan no +62 812-7550-xxx, “Memuat adanya pengutan liar atau pemerasan di objek wisata Sungai Gelombang yang berada
di Desa Sipungguk Kecamatan Salo Kabupaten Kampar.

“Terkait viralnya pemberitaan dengan adanya dugaan pungutan liar/pemerasan terhadap wisatawan, akhirnya mendapat respon dari Pemerintah Kecamatan Salo. Camat Salo. “Sabtu (13/02/2021).

BACA JUGA : BANDARA BARU YOGYAKARTA MAMPU DONGKRAK PARIWISATA JATENG

“Kami jauh-jauh hari sudah meminta Pak Kades Sipungguk untuk mengajak masyarakat pengelola tempat wisata, kabarnya sudah dilakukan pak Kades, namun warga yang diundang tidak datang “Ungkap Minda SH, camat solo.


Dalam
menanggapi hal ini kami bersama Forkopimcam, Kadis
Pariwisata, Kades dan Pengelola wisata Sungai Gelombang, rencana hari senin, mau
mengadakan rapat guna menertibkan hal yang diberitakan “Janji Camat Minda SH.

“Saya mohon
untuk kepada rekan2 media membantu kami untuk mengklarifikasi judul pemberitaan terkait dugaan Pungli.

”Saya rasa bukan Pungli pak, karena pungli tentu dilakukan oleh
oknum aparat seperti Kades, TNI, POLRI atau PNS, inikan masyarakat umum, ini
namanya Pemerasan, ada bedanya ya pak..maaf sekedar meluruskan makna pungli
atau pemerasan “Jelasnya lagi.

Padahal setahu saya aparatur desa, Polri atau TNI tidak ada melakukan Pungli disana “Tutup Camat melalui pesan WhatShappnya kepada awak media.

BACA JUGA : POTENSI DESA WISATA AKAN BANGKITKAN RODA PEREKONOMIAN MASYARAKAT

Salah satu keluarga wisatawan yang kemarin
menjadi korban, yang diduga mengalami pemerasan oleh oknum pengelola wisata di
Sungai Gelombang menyampaikan harapannya melalui media

“Apapun namanya yang terjadi kemarin, kami
selaku wisatawan dan kebetulan saya ikut berwisata kemarin, meminta kepada
Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah dalam hal ini Dinas terkait untuk dapat
mengevaluasi dan menertibkan cara kerja pelaku wisata di Kampar, khususnya di
Objek Wisata Sungai Gelombang, agar kedepannya galiat wisata di Kabupaten
Kampar dapat setara dengan objek-objek wisata di Kabupaten atau Provinsi
lainnya, tentunya dengan pengelolaan yang lebih profesional, dengan demikian
wisatawan dapat berwisata dengan aman dan nyaman “Harap Nefrizal Pili