ABEPURA, “tabloidnusantara.com” – Komandan Korem (Danrem) 172/PWY
Brigjen TNI Izak Pangemanan menerima audiensi Balai Besar Pembangunan Jalan
Nasional (BBPJN) Jayapura bertempat di Makorem 172/PWY, Selasa (9/2).
Kedatangan Kepala BBPJN Edu Melki Sasarari, ST, MM., beserta stafnya ke Korem 172/PWY guna membahas kerjasama dalam percepatan pembangunan jalan trans Jayapura-Wamena yang saat ini memiliki kendala dalam pengerjaannya.
BACA JUGA : TNI-POLRI DAN MASYARAKAT BERSINERGI PERBAIKI JEMBATAN RUSAK AKIBAT TERJANGAN BANJIR
Kepala BBPJN Edu Melki Sasarari, ST, MM., mengatakan proses pengerjaan
jalan yang saat ini terus dilakukan mengalami kendala waktu pengerjaan,
disebabkan tingginya mobilitas kendaraan yang melintas dengan beban yang berat
dari Jayapura menuju Wamena.
“Kendaraan pengangkut komoditas tersebut terus memaksa melakukan
perjalanan ke wamena dan mengakibatkan waktu jam kerja berkurang dari
sebelumnya 8 jam menjadi 4 jam dalam sehari. Waktu kerja dihabiskan untuk
membantu menarik truk dan sejenisnya yang terjebak oleh lumpur”, ujarnya.
Edu menjelaskan bahwa kondisi jalan saat ini dalam tahap pengerjaan dan
masih berupa jalan tanah, ditambah lagi tingginya curah hujan membuat kondisi
jalan makin parah untuk dapat dilalui oleh kendaraan bermuatan berat.
Untuk itu, BPPJN Jayapura meminta bantuan kepada Korem 172/PWY dalam
menghimbau dan mensosialisasikan kebijakan bagi kendaraan melewati jalan trans
Jayapura-Wamena melalui pos-pos TNI yang tergelar.
“Kami butuh waktu sekitar dua minggu untuk memaksimalkan pengerjaan.
Setelah itu, jalan akan kami buka selama dua hari dan kedepannya akan dibuka
seminggu dua kali tergantung kondisi dilapangan. Kita berharap kebijakan ini
dapat dilaksanakan”, tuturnya.
Sementara itu, Danrem menyampaikan, mendukung penuh kebijakan yang akan
dikeluarkan oleh BPPJN sebagai salah satu upaya dalam percepatan pembangunan
jalan trans Papua.
“Kami sangat mendukung, sebab dengan adanya pembangunan jalan ini kita
bisa mengangkut bahan kebutuhan pokok maupun bahan untuk mendukung program
pembangunan di daerah pegunungan dalam jumlah besar dengan harga yang murah”,
kata Danrem.
Selama ini, transportasi barang hanya tergantung angkutan udara yang
sangat mahal dan secara otomatis akan menaikkan harga kebutuhan. Disamping itu
juga, dengan harga yang begitu mahal dapat menghambat pembangunan di daerah
pegunungan.
Danrem menjelaskan, TNI menggelar pos di sepanjang titik pembangunan trans Jayapura-Wamena dalam rangka memberikan keamanan.
“Kita berharap pos-pos sepanjang jalan ini, kedepan bisa menjadi titik
permukiman sehingga kita bisa mendorong terjadinya transmigrasi lokal dan kita
dorong kementerian terkait untuk mengambil bagian seperti dalam bidang
pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya”, harap Danrem.
Terkait pelaksanaan sosialisasi dan himbauan aturan BPPJN, Danrem
menyampaikan, segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Kita juga berharap pemerintah daerah ikut menghimbau dan mensosialisasikan
aturan ini kepada pelaku usaha baik di Jayapura maupun di Wamena”, kata Danrem.