Yogyakarta ”Tabloidnusantara.com”
– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyebut tingkat
kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) pada
pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 relatif tinggi. Hal itu disampaikannya
dalam Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Hotel
Melia Yogyakarta, Senin (14/12/20).
“Kita lihat juga dari sisi penularan Covid, data
dari Kasatgas Covid, saya kira patut kita pegang reliable, data dukungan juga
jelas di semua daerah, kepatuhan pada protokol Covid pada saat pemungutan suara
itu adalah berkisar 89-96 persen, artinya relatif cukup dapat dipatuhi dengan
baik,” kata Mendagri Tito.
“Baca Juga : KEMENDAGRI MEMBENTUK TIM SUPERVISI KE 32
PROVINSI PILKADA”
Artinya, pelaksanaan Pilkada mampu menjawab keraguan
sejumlah pihak terutama terkait ketakutan berbagai pihak bahwa Pilkada dapat
menjadi klaster baru penularan Covid. “Kita juga melihat data daerah yang
pilkada dan non-pilkada, itu juga tidak jauh berbeda, artinya tidak terjadi
lonjakan (kasus) di daerah Pilkada, justru di daerah Pilkada banyak daerah yang
data merahnya menurun,” tandasnya.
“Baca Juga : KEMENDAGRI DORONG TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK KEMUDAHAN PELAYANAN PUBLIK”
Dengan demikian, Mendagri Tito meyakini bahwa
penyelenggaraan Pilkada tak akan menjadi media penularan Covid, apalagi dengan
ditunjang tingkat kepatuhan masyarakat dalam disiplin menerapkan protokol
kesehatan. “Ada pilkada atau tidak, bukan menjadi faktor utama penularan
Covid-19, faktornya ada pada tingkat kepatuhan masyarakat dalam protokol
kesehatan,” pungkasnya.
Selain tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan
protokol kesehatan, Mendagri juga menyoroti pelaksanaan Pilkada yang
berlangsung aman sehingga tak ada gangguan konvensional yang signifikan.
(Adm/Nat)