Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

TMMD KE-109, MEMBANGUN KAMPUNG DI PERBATASAN RI-PNG DAN KAMPUNG DI ATAS AWAN

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu wujud operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintahan Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu wujud operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintahan Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya.

Program
TMMD bertujuan untuk membantu
pemerintahan di daerah, yang merupakan
bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk ikut membangun bangsa dan
negara bersama komponen
bangsa lainnya (dalam hal ini TNI bekerja sama dengan Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama seluruh jajarannya)
secara sinergi dan berkesinambungan. Program ini berupa akselerasi kegiatan
pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong
tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah
lain yang terkena dampak akibat bencana.

Pembukaan TMMD ke-109 Kodim 1714/PJ yang ditandai dengan penyerahan alat kerja dari Pemda Puncak Jaya kepada Komandan SSK Satgas TMMD Kodim 1714/PJ

Sasaran TMMD Kodim 1711/BVD dan Kodim 1714/PJ

Dijelaskan oleh Kapendam
XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel Arm Reza Nur Patria, bahwa pelaksanaan TMMD ke
109 di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih ini dilaksanakan di 2 tempat yakni di
Kabupaten Boven Digoel tepatnya di Kampung Kakuna, Distrik Mindiptana yang
merupakan salah satu Distrik di Perbatasan RI-PNG dan di Kabupaten Puncak Jaya
tepatnya di Distrik Mulia dan Distrik Nioga yang biasa disebut Kabupaten di
atas awan.

Di Kabupaten Boven Digoel, pelaksanaan
TMMD ke-109 dilaksanakan oleh Anggota Kodim 1711, Korem 174, Kodam
XVII/Cenderawasih dengan sasaran pembangunan jalan sepanjang 480 m dan 10 unit jamban (MCK) untuk masyarakat, serta untuk sasaran
non fisik dilaksanakan berbagai sosialisasi misalnya, tentang kesehatan, pendidikan,
pertanian, wawasan kebangsaan
kepada masyarakat dan anak-anak di Kampung Kakuna.

Dengan dibangunnya jalan dan MCK di
kampung tersebut, telah mewujudkan mimpi bagi masyarakat Kampung Kakuna, Distrik
Mindiptanah, yang sejak dahulu menginginkan akses jalan yang baik, karena
selama ini jalan di kampung tersebut masih belum tersentuh oleh pembangunan dan
masih menggunakan jalan setapak dengan berbalut lumpur tanah merah.

Dengan antusias anak-anak di kampung Kakuna melihat anggota Satgas TMMD ke-109 Kodim 1711/BVD yang membangun jalan di kampungnya

Sedangkan di Kabupaten Puncak Jaya, pelaksanaan TMMD ke-109 dilaksanakan oleh anggota Kodim 1714, Korem 173, Kodam XVII/Cenderawasih dengan sasaran pembangunan 1 unit Balai Penyuluhan KB Kampung Nioga, Distrik Nioga dan  renovasi 1 unit GOR PBSI Puncak Jaya di Kampung Pruleme, Distrik Mulia, serta untuk sasaran non fisik anggota satgas TMMD melaksanakan kegiatan sosialisasi, himbauan, pemberian bibit tanaman, wawasan kebangsaan dan kesehatan, pemberian masker dan pembagian sembako bagi masyarakat.

Kondisi
Alam Papua

Meski terkadang kondisi alam tidak
mendukung saat melakukan pekerjaan fisik,namun Satgas TMMD tetap semangat walau
harus bermandikan lumpur tanah merah di kala hujan,dan bermandikan keringat
saat terik matahari.  

Tetapi itu semua tidak menggoyahkan
semangat anggota Satgas TMMD ke-109 untuk mewujudkan mimpi masyarakat. Dimana
ini semua merupakan salah satu  pengabdian dan bhakti TNI yang ditunjukkan
oleh Satgas TMMD ke-109 Kodim 1711/BVD dan Kodim 1714/PJ.

Kondisi cuaca serta medan yang lumayan berat tidak menyurutkan semangat anggota Satgas TMMD ke-109 Kodim 1711/BVD untuk membangun jalan di Kampung Kakuna.

Program TMMD ke-109 di Kodim 1711/BVD, telah mewujudkan mimpi masyarakat kampung Kakuna yang ingin memiliki akses jalan bagus dan tidak berlumpur, tanpa pedulikan kondisi alam,  anggota Satgas TMMD terus melakukan pengecoran jalan, dengan harapan jalan tersebut dapat selesai tepat waktu dan secepatnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tanggapan Masyarakat
tentang program TMMD

Melalui program TMMD ke-109 yang
dilaksanakan oleh Kodim 1711/BVD dan 1714/PJ mendapat beberapa tanggapan
masyarakat yang memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut. Dimana salah satu tanggapan tersebut
diberikan oleh Kepala Suku Besar Deiles Wonda yang merupakan tokoh adat
Masyarakat Distrik Nioga mengungkapkan rasa senang dan bangga dengan apa yang
sudah dilakukan oleh bapak-bapak TNI dari Kodim1714/Puncak Jaya yang
melaksanakan pembangunan di kampung Nioga

Tokoh Adat Distrik Noiga Bapak Deiles Wonda sangat mengapresiasi pembangunan yang dilakukan oleh Satgas TMMD Kodim 1714 di Kampung Nioga, Kabupaten Puncak Jaya.

“Saya sangat senang lihat kalo kebersamaan dan kerjasama itu sudah terjalin, saya adalah orang kecil saja dan tidak bisa berbuat apa-apa sendiri. Tetapi saya rasa sangat senang kalo kita semua bisa bekerja bersama-sama untuk mendukung pembangunan di kampung kami,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa baru
saat ini saya merasakan TMMD hadir di Distrik Nioga Khususnya Kampung Nioga
untuk mempercepat pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya bagi warganya.

Selanjutnya dari perwakilan masyarakat
Kampung Nioga Yawenus Weyah menuturkan bahwa kami berterima kasih ada kerjasama
yang baik antara bapak TNI dari Kodim 1714/Puncak Jaya dengan masyarakat Nioga,

“Saya bersama warga lainnya merasa sangat
senang dengan kedatangan Satgas TMMD disini karena sepanjang Distrik Nioga
berdiri baru tahun ini Program TMMD dilaksanakan di kampung ini,”katanya

Sementara itu tanggapan lain juga
datang dari masyarakat Kampung Kakuna yang mendapat pembangunan juga dari
anggota Satgas TMMD Kodim 1711/BVD.

            Bapak Lambert namanya salah satu
warga kampung Kakuna yang sangat mengapreasiasi dan berterima kasih karena
program TMMD dilaksanakan di kampungnya.

            Dengan adanya program TMMD di
kampung kami, sekarang masyarakat dapat lebih menjaga kebersihan karena sudah
ada 10 jamban (MCK) yang dibangun di kampung ini.

            “Selain
pembangunan MCK ada juga
pembangunan jalan, yang dulunya masih jalan setapak jika hujan menjadi jalan
berlumpur, sekarang sudah menjadi jalan baru berupa semen beton, jadi saya
bersama anak-anak dan masyarakat kampung Kakuna menjadi tidak berlumpur saat
melakukan aktivitas ketika hujan tiba,”ungkapnya.

            “Sekali lagi terima kasih Bapak-bapak
TNI yang dengan semangat membangun kampung kami,”pungkasnya.

Sementara itu, melihat hubungan baik
antara TNI dan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD ke-109, Kapendam mengatakan
bahwa “Rakyat adalah Ibu kandung TNI, dan TNI anak kandung Rakyat, TNI tanpa
Rakyat tidak ada apa-apanya, sebaliknya Rakyat tanpa TNI tidak juga tidak
berarti apa-apanya. Soliditas TNI bersama seluruh komponen dan elemen
masyarakat, harus selalu terpatri  guna memperkokoh persatuan dan
kesatuan, sehingga NKRI tetap tegak kokoh sampai kapanpun,” tegasnya.

Teriknya matahari tidak sedikitpun menyurutkan niat dan semangat anggota Satgas TMMD dan masyarakat untuk membangun jalan di Kampung Kakuna

Hubungan emosional yang melekat dalam silaturahmi yang akrab antara Satgas TMMD dengan masyarakat terpancar saat pembukaan, pengerjaan bahkan penutupan TMMD ke-109 ini.

“Ini merupakan sebuah hubungan
emosional yang melambangkan kedekatan TNI dan Rakyat. Tentu kedekatan ini akan
terus berlangsung sampai kapanpun. Dimana anggota Satgas TMMD dapat terus
melakukan hubungan komunikasi dengan masyarakat yang setiap saat dapat memberi
masukan atau laporan kondisi hasil pekerjaan TMMD yang sudah dilakukan,”ujar
Kapendam.

“Ada rasa bangga yang patut diberikan
kepada setiap anggota Satgas TMMD yang telah bekerja keras, dengan hasil yang
memuaskan dalam pelaksanaan TMMD ini,”tambah Kapendam.

Tak hanya menjaga keutuhan NKRI, membantu
masyarakat juga menjadi tugas dari TNI,
seperti yang termaktub di dalam Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Delapan Wajib
TNI. Program TMMD yang
merupakan program  lintas sektoral yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun,sebagai
wujud kepedulian nyata TNI kepada Rakyat.

“Kendati prajurit Satgas TMMD harus meninggalkan keluarga
selama satu bulan lamanya, namun hal itu  tak sedikitpun menggoyahkan
untuk melaksanakan tugas
 hingga tuntas,  meski rasa rindu terkadang datang. Demi kepentingan
Rakyat,TNI rela berkorban,”pungkas Kapendam.

(Nat_Adm)