JAYAWIJAYA, tabloidnusantara. TPNPB-OPM secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan yang terjadi di Gelaran Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya pada Sabtu (8/8). Dalam insiden tersebut dua warga sipil menjadi korban di pintu masuk festival.
Klaim tersebut di sampaikan melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi tabloidnusantara, Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, serta jajaran komando seperti Jenderal Goliath Tabuni dan Letnan Jenderal Melkisedek Awom, TPNPB menyatakan bahwa penembakan yang terjadi sekitar pukul 12.04-13.00 WIT.
Dalam keterangannya, Ebarowak Gwijangge dan Paldo Nirigi dari TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menyebutkan bahwa mereka telah melakukan penyerangan sepanjang jalan trans Wamena hingga memasuki Kampung Walesi.
“Penyerangan terhadap aparat militer Indonesia dan baku tembak di Kampung Walesi hingga mengakibatkan terjadinya jatuh korban kami siap bertanggung jawab penuh,” tulis pernyataannya.
Meskipun telah melakukan aksi teror dengan penembakan terhadap warga sipil, namun TPNPB sendiri belum terdapat keterangan yang memastikan status kematian para korban dari versi mereka.
Tebar Ancaman Teror
TPNPB mengancam akan “tembak mati orang-orang yang terlibat mendukung pemerintah Indonesia”, termasuk menargetkan objek-objek sipil seperti kios-kios pedagang, tukang ojek, dan infrastruktur pembangunan versi Indonesia.
“Kami juga mengimbau kepada orang Papua bahwa rakyat Papua hanya memperingati hari kemerdekaan bangsanya pada 1 Desember 1961” tambah pernyataan yang tertulis.
Kepanikan melanda pengunjung, situasi Tegang, Festival Dihentikan.
Menindaklanjuti aksi teror yang dibuat OPM, Aparat gabungan TNI-Polri kini memperketat pengamanan dan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga melarikan diri ke arah pegunungan.
Sementara itu, panitia FBLB terpaksa menghentikan seluruh rangkaian acara untuk memastikan keamanan wisatawan dan peserta festival.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, meskipun klaim dari pihak TPNPB telah beredar luas di berbagai platform media sosial.
