Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
TEKNOLOGI

TEKNOLOGI UNTUK PERSATUAN: KEMKOMDIGI AJAK RAKYAT MANFAATKAN ERA DIGITAL DI HUT KE-81 RI

‎‎JAKARTA, tabloidnusantara. Di usia ke-81, Indonesia kembali diingatkan untuk menjaga semangat awal berdirinya bangsa. Bedanya, kali ini semangat perjuangan dan gotong royong itu dibawa ke ranah digital.

‎Melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi @kemkomdigi pada Senin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyerukan agar teknologi tidak hanya jadi alat, tapi juga jembatan pemersatu.

‎”Di era digital, mari jadikan teknologi sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, membuka kesempatan, serta menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Meutya.

‎Menurut Meutya, fondasi Indonesia dibangun dari tiga hal: perjuangan, persatuan, dan gotong royong. Nilai itu menurutnya harus terus hidup, apalagi saat negara bertransformasi ke digital.

‎”81 tahun Indonesia berdiri dengan semangat perjuangan, persatuan, dan juga gotong royong. Semangat itu harus terus kita jaga, kita wujudkan Indonesia yang semakin maju, semakin berdaulat, dan juga sejahtera,” katanya.

‎Pesan ini muncul bertepatan dengan HUT ke-81 RI, saat pemerintah gencar mendorong digitalisasi di berbagai sektor pelayanan publik.

‎Dari Kelas, Puskesmas, sampai Bantuan Sosial, Semua Masuk Digital

‎Pemerintah saat ini memanfaatkan teknologi untuk mempercepat dan mempermudah akses layanan dasar. Empat fokus utama yang didorong Kemkomdigi:

‎- Pendidikan: platform pembelajaran digital dan data siswa terintegrasi

‎- Kesehatan: rekam medis elektronik dan telemedicine

‎- Usaha: perizinan online dan akses pasar UMKM

‎- Sosial: penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran

‎Yang paling disorot adalah digitalisasi Sistem Perlindungan Sosial atau Perlinsos.

‎Hingga Agustus 2026, sistem Perlinsos Digital sudah diuji coba di 153 kota dan kabupaten. Hasilnya: 3 juta keluarga sudah terdaftar dalam database digital.

‎Tujuannya sederhana: memastikan bantuan sosial pemerintah sampai ke orang yang tepat, tanpa tumpang tindih dan tanpa kebocoran.

‎”Sistem ini dinilai bisa mengefisienkan dan mengefektifkan pelaksanaan program bantuan sosial,” jelas Kemkomdigi.

‎Pemerintah menargetkan cakupan yang jauh lebih besar. Saat diterapkan secara nasional, Perlinsos Digital ditargetkan menjangkau 49 juta keluarga di seluruh Indonesia.

‎Dengan data yang terpusat dan terverifikasi, proses penyaluran bansos diharapkan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

‎Ajakan Kemkomdigi di HUT ke-81 ini menegaskan satu hal: transformasi digital bukan hanya soal aplikasi baru. Ini soal bagaimana teknologi dipakai untuk menjaga persatuan dan menghadirkan keadilan sosial.

‎Di tengah tantangan ekonomi dan kesenjangan akses, digitalisasi pelayanan publik jadi salah satu cara negara hadir lebih dekat ke masyarakat.