Papua, “tabloidnusantara.com” – Para prajurit berseragam loreng, dan baret hijau, tampang
garang. Tetapi, di balik itu semua ada jiwa kemanusiaan yang tinggi.
Ya, meski penuh kedisplinan tinggi, dengan
sikap tegas. Satgas Yonif Raider 509 Kostrad dengan penuh senyuman dan rasa persaudaraan sejati, melayani membantu pengobatan warga yang mengalami luka robek terkena sabetan parang
ditangan.
“Agustina (46) mengalami luka robek pada tangan kanan
akibat terkena sabetan parang oleh suaminya sendiri Lambert Mou di rumahnya.
Jum’at (6/9/2019).
Diman, saat itu Agustina sedang menyambung pipa air
dengan selang untuk keperluan rumah tangga namun tidak bisa dan tumpah meluber
membuat basah di halaman rumah.
Hal tersebut membuat Lambert Mou tidak suka dan
menegurnya dengan kasar dan pertengkaran mulut terjadi yang kemudian karena
emosi Agustina memukul suaminya dengan kayu yang ada disekitarnya sehingga
membuat tangan kiri dan kepala luka memar dan robek akibat pukulan kayu.
Mendapat pukulan kayu tersebut, Lambert mencari benda
yang ada diskitarnya untuk membalas dan di dapatinya parang/golok kecil tanpa
gagang dan di sabetnya ke arah Agustina sehingga mengenai tangan kanannya.
Menanggapi kejadian tersebut, anggota kesehatan Pos Ubrub Serda Enggar dan Pratu Edi Suntoro dengan sigap membantu mengobati luka yang diderita oleh kedua orang tersebut. Lettu Inf Katrup berusaha memberikan pengertian dan pemahaman kepada keluarga tersebut Agar dalam menyikapi setiap permasalahan jangan menggunakan kekerasan dan harus saling pengertian dan saling membatu.
“Setelah kami tanyakan kepada pihak keluarga
menjelaskan bahwa Agustina memiliki gangguan kejiwaan, sedangkan Lambert
terganggu pendengaranya sehingga mereka dalam komunikasi sering tidak nyambung
dan harus dibantu agar bisa saling mengerti”, terang Danpos.
“Kami mengambil langkah pertama kali mengobati
para pihak yang mengalami luka. Kemudian berkoordinasi dengan Aparat Desa
sekaligus selaku Tokoh masyarakat untuk membantu penyelesaian masalah tersebut.
Selanjutnya mengarahkan kepada pihak keluarga agar
selalu mengawasi dan membantu dalam berkomunkasi antara Bapak dan Ibu di
rumah”, imbuh Lettu Inf Katrup.