Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

RUMAH PENGACARA DI TEROR DRONE GRANAT, PELAKU TINGGALKAN PESAN “INI BARU PERMULAAN”

‎TANGERANG SELATAN, tabloidnusantara. Rumah dari salah satu tim kuasa hukum ahli waris sengketa lahan Arjuna HyperBwoling mendapat teror.

‎Salah satu kuasa hukum yakni Novianus Martin Bau, di Pamulang, Tangerang Selatan, diduga menjadi sasaran drone yang menjatuhkan benda menyerupai granat disertai pesan ancaman bertuliskan “Ini baru permulaan.”

‎Salah satu kuasa hukum ahli waris, Wilson Colling, mengatakan teror tersebut merupakan rangkaian intimidasi yang terjadi setelah ahli waris kembali menguasai secara fisik lahan yang menjadi objek sengketa melalui proses hukum.

‎Dalam sepekan terakhir, rumah Martin Bau juga beberapa kali didatangi orang tak dikenal hingga keluarganya memilih mengungsi.

‎”Situasi tersebut membuat yang bersangkutan bersama keluarganya merasa terancam hingga memutuskan mengungsi sementara demi alasan keamanan,” kata Wilson, Minggu (5/7).

‎Menurut Wilson, drone itu diduga menjatuhkan benda yang menyerupai granat beserta secarik kertas berisi ancaman.

‎”Informasi yang kami terima menyebutkan drone tersebut menjatuhkan benda yang diduga menyerupai granat beserta pesan ancaman. Kami berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa ini,” ujarnya.

‎Berdasarkan informasi yang didapat memperlihatkan sebuah drone berwarna abu-abu tergeletak di atas paving block dengan secarik kertas bertuliskan “Ini baru permulaan”.

‎Di sampingnya terdapat benda berwarna hijau tua yang secara visual menyerupai granat tangan. Namun, status benda tersebut sebagai bahan peledak masih menunggu hasil pemeriksaan aparat berwenang.

‎Wilson menilai intimidasi terhadap tim kuasa hukum terus meningkat dan tidak bisa dianggap sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.

‎”Sejak kami mendampingi ahli waris, berbagai bentuk tekanan terus kami rasakan. Namun kami tetap percaya bahwa penyelesaian sengketa harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan kami tidak akan mundur karena intimidasi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

‎wilson juga menduga penggunaan drone untuk mengirim benda menyerupai granat dilakukan oleh pihak yang memiliki kemampuan khusus.

‎”Tindakan seperti ini, menurut kami, hanya mungkin dilakukan oleh orang yang terlatih, bukan orang biasa. Ini sangat memprihatinkan. Masa rakyat kecil yang sedang memperjuangkan haknya harus menghadapi ancaman seperti ini,” katanya.

‎Wilson meminta aparat penegak hukum mengusut seluruh rangkaian dugaan intimidasi tersebut, termasuk mengungkap pelaku, motif, dan kemungkinan keterkaitan antarperistiwa.