Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

RIBUAN WARGA PONTIANAK GELAR SHOLAT ISTISQA DI TENGAH DARURAT ASAP

PONTIANAK, tabloidnusantara. Pontianak berada dalam tekanan udara berbahaya selama empat hari berturut-turut. Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kalimantan Barat, ribuan warga bersama Dewan Masjid Indonesia Masjid Raya Mujahidin dan Majelis Ulama Indonesia turun ke halaman masjid terbesar di kota itu untuk melaksanakan shalat istisqa.

Shalat meminta hujan itu dipimpin di Halaman Masjid Raya Mujahidin dan dihadiri langsung Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Ia menyebut kegiatan ini merupakan ikhtiar spiritual setelah kemarau panjang melanda lebih dari dua bulan dan membuat kualitas udara semakin memburuk.

“Hari ini kita bersama ribuan warga melaksanakan shalat istisqa dan berdoa bersama di Halaman Masjid Raya Mujahidin memohon hujan yang berkah,” kata Edi di sela kegiatan.

Menurut Edi, memburuknya udara Pontianak tidak hanya berasal dari titik api di dalam kota. Asap dari wilayah lain yang terbawa angin juga memperparah kondisi. Data pemantauan terakhir menempatkan kualitas udara Pontianak pada kategori berbahaya, sehingga pemerintah kota tidak punya pilihan selain menaikkan status menjadi situasi darurat asap.

Dampaknya langsung terasa pada sektor pendidikan dan pelayanan publik. Kegiatan belajar mengajar diliburkan hingga cuaca dan kualitas udara membaik. Sementara itu pelayanan pemerintahan tetap berjalan. Bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan, pemerintah kota memperbolehkan bekerja dari rumah.

Edi mengimbau masyarakat menahan aktivitas di luar ruangan selama kondisi belum membaik. Jika terpaksa keluar rumah, penggunaan masker menjadi keharusan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Harapan yang sama juga disampaikan jemaah. Gheby, salah seorang warga yang ikut dalam shalat berjemaah, menggambarkan bagaimana asap telah mengganggu rutinitas harian.

“Ini sudah sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari, mata perih, nafas tidak segar. Kita berharap kepada Allah untuk menurunkan hujan secara merata mendapatkan rahmat nya terutama untuk di titik-titik api,” ujarnya.

Shalat istisqa kali ini menjadi potret dua ikhtiar yang berjalan beriringan di Pontianak. Di satu sisi pemerintah memperkuat langkah teknis penanganan darurat asap dan perlindungan kesehatan. Di sisi lain masyarakat memilih jalan doa bersama, memohon hujan turun merata agar api padam dan udara kembali bersih.

Pemerintah kota menyatakan akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk percepatan pemadaman di titik-titik karhutla.