Senin, 28 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

RESTRUKTURISASI BESAR TNI DI PAPUA, KODAM BARU DISIAPKAN DI NABIRE

Bagikan berita:

JAYAPURA, tabloidnusantara. TNI tengah menyiapkan restrukturisasi organisasi satuan di Tanah Papua. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembentukan Kodam baru yang berkedudukan di Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah, sebagai bagian dari penataan struktur pertahanan mengikuti perkembangan wilayah administrasi dan kebutuhan di lapangan.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan, Kodam baru tersebut nantinya memiliki wilayah tanggung jawab yang mencakup seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

“Khusus di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih, nantinya akan dibentuk Kodam baru yang berkedudukan di Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah. Wilayah tanggung jawab Kodam baru ini akan mencakup seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah,” kata Febriel di Kota Jayapura, Senin (28/9/2026).

Pembentukan Kodam baru itu akan mengubah cakupan wilayah komando Kodam XVII/Cenderawasih. Setelah restrukturisasi berjalan, Kodam XVII/Cenderawasih akan fokus membawahi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Pegunungan.

“Ke depan, Kodam XVII/Cenderawasih fokus membawahi dua wilayah administrasi, yakni Provinsi Papua dan Provinsi Papua Pegunungan,” ujarnya.

Tambah Batalyon dan Brigade Teritorial

Restrukturisasi tidak hanya menyentuh struktur Kodam. TNI juga menambah kekuatan satuan teritorial di sejumlah wilayah Papua.

Dua Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) masing-masing ditempatkan di Kabupaten Mamberamo Raya dan Waropen. Selain itu, satu Brigade Teritorial Pembangunan dibentuk dengan kedudukan di Biak.

Saat ini terdapat 13 Batalyon TP yang tersebar di sejumlah kabupaten di Papua. Namun, setelah Kodam baru di Nabire beroperasi penuh, dua batalyon yang saat ini berada di Nabire dan Timika akan dialihkan ke bawah kendali Kodam baru tersebut.

“Dengan pengalihan itu, jumlah Batalyon TP di bawah kendali Kodam XVII/Cenderawasih untuk sementara menjadi 11 satuan,” kata Febriel.

Jumlah tersebut selanjutnya direncanakan kembali menjadi 13 batalyon. TNI menyiapkan pembentukan dua Batalyon TP baru masing-masing di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yalimo.

“Kami berencana membangun dua Batalyon TP baru di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yalimo, sehingga totalnya akan kembali menjadi 13 batalyon,” ungkapnya.

Sementara itu, Brigade Teritorial Pembangunan di Biak akan bertugas memimpin dan membawahi satuan-satuan operasi di wilayah Biak dan sekitarnya. Struktur brigade lainnya disiapkan untuk mendukung pengamanan serta pelaksanaan tugas kewilayahan di Provinsi Papua dan Papua Pegunungan.

Restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi TNI di Tanah Papua, dengan pembagian wilayah komando yang disesuaikan terhadap perkembangan daerah otonomi baru, kebutuhan pertahanan, serta pelaksanaan tugas kewilayahan.

Dengan rencana tersebut, Nabire tidak hanya menjadi pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat komando pertahanan baru di wilayah tersebut.