Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

PERTEMUAN JOKOWI DAN APINDO BAHAS PEREKONOMIAN BANGSA

Jakarta, “tabloidnusantara.com” – Dalam mengantisipasi permasalahan ekonomi bangsa, Persiden Joko Widodo mengundang pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka. Kamis , (13/06/2019).

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jakarta, “tabloidnusantara.com” – Dalam mengantisipasi permasalahan ekonomi bangsa, Persiden Joko Widodo mengundang pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka. Kamis , (13/06/2019).

“Dalam pertemuan tersebut Persiden Jokowi meminta kepada para pengusaha untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Dengan alasan kedepan kalau, Makamah Konstitusi menetapkan saya sebagai persiden terpilih, lima tahun ke-depan dalam menjalankan pemerintah tidak memiliki beban lagi.

“Jokowi, menyampaikan tujuannya adalah untuk menciptakan terobosan-terobosan guna meningkatkan perekonomian bangsa, dari itu, “saya minta tolong pengertiannya untuk menggunakan kesempatan ini dengan baik. “Ungkapnya.

Dimana permasalahan ekonomi bangsa Indonesia dari dulu adalah defisit neraca perdagangan, padahal hal tersebut bisa diatasi jika kita melaksanakan kerja sama dengan baik antara pemerintah dengan para pengusaha, “ini kan bukan barang sulit. Memang benar ada regulasi dan ada beberapa undang-undang yang akan direfisi. “Ujarnya.

“Dengan adanya permaslahan ini, Persiden Jokowi meminta para pengusaha untuk memberikan masukan terutama mengenai regulasi. Pemerintah, “Jokowi siap akan mengeluarkan perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) dalam rangka memuluskan langka pengusaha dalam memajukan perekonomian Bangsa.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mempersilahkan kepada para pengusaha agar memberikan masukan terutama mengenai regulasi yang ada. Bahkan Jokowi siap mengeluarkan Perppu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) kalau itu memang diperlukan dan sangat penting, untuk memuluskan langkah pengusaha demi memajukan ekonomi Indonesia.” Kata Jokowi.

“Dalam pertemuan tersebut Persiden Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Ari Dwipayana, dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika.