Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

PEMULIHAN LISTRIK DI LOKASI GEMPA SULTENG SUDAH 100 PERSEN SELESAI

‎PALU, tabloidnusantara . PT PLN (Persero) memastikan pemulihan dari jaringan listrik yang rusak akibat dampak gempa magnitudo 6,7 pada Senin (16/6) di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah tertangani 100 persen.

‎”Percepatan pemulihan jaringan listrik terlaksana dengan baik berkat kerja sama semua tim di lapangan,” kata Vice President Pengendalian Distribusi Sulmapana PLN Eko Prihandana saat dikonfirmasi di Palu, Minggu (21/6).

‎Untuk jaringan terdampak berupa tiga unit penyulang telah pulih, 15 unit jaringan section telah pulih, 651 gardu sudah pulih dan 68.459 pelanggan PLN telah menikmati listrik pascagempa.

‎Sementara dari peristiwa bencana alam itu lima daerah di Sulawesi Tengah yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi dan Poso sempat mengalami gangguan listrik.

‎”Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Palu, Kamonji, Tawaeli, Donggala, Tambu dan Parigi sempat terganggu saat bencana,” ucapnya.

‎Ia mengemukakan pihaknya berkomitmen menjaga keandalan pasokan di masa tanggap darurat, supaya masyarakat tetap menikmati energi listrik secara optimal.

‎Karena listrik telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, maka komitmen itu diperkuat dengan pemantauan oleh petugas lapangan.

‎”Kami terus bersiaga, hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih total,” tutur Eko.

‎Dia menambahkan, selain melakukan pemulihan jaringan listrik, PLN juga hadir memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa di Kabupaten Sigi, sebagai daerah terdampak parah.

‎Bantuan itu disalurkan melalui sejumlah titik posko darurat dan fasilitas pelayanan kesehatan, antara lain Posko Kecamatan Nokilalaki, Puskesmas Palolo, Puskesmas Nokilalaki, serta Posko Siaga Kelistrikan Kantor Jaga Palolo.

‎”Logistik disalurkan berupa air mineral, beras, ikan kaleng, obat-obatan, tandon air bersih dan perlengkapan lainnya, termasuk bantuan penerangan darurat,” katanya.

‎Menurut data BPBD Sigi hingga Sabtu (20/6) jumlah rumah rusak akibat bencana gempa di daerah tersebut mencapai 2.335 unit, terdiri dari rusak ringan 1.955 unit, rusak sedang 226 unit dan rusak berat 154 unit.

‎Lalu total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa dengan jumlah 2.775 kepala keluarga (KK), korban luka berat 17 orang dan luka ringan 108 orang serta tiga warga meninggal dunia.