Senin, Mei 20, 2024
BerandaHANKAMPANGDAM XVII/CENDERAWASIH : TIDAK ADA OPERASI MILITER DI WILAYAH PAPUA

PANGDAM XVII/CENDERAWASIH : TIDAK ADA OPERASI MILITER DI WILAYAH PAPUA

JAYAPURATabloidnusantara.com” – Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan menegaskan, tidak ada operasi militer di wilayah operasi Kodam XVII Cenderawasih. “Tidak ada operasi militer di wilayah Kodam XVII Cenderawasih termasuk dalam upaya membebaskan sandera yang masih ditawan kelompok kriminal bersenjata(KKB)  pimpinan Egianus Kogoya,” tegas Mayjen TNI Izak Pangemanan dikutip dari Antara di Jayapura, Jumat (21/7).

Pangdam menjelaskan bahwa pasukan yang datang itu bertugas di bawah kendali operasi (BKO) Kodam XVII Cenderawasih. Mereka tergabung dalam satuan tugas kewilayahan baik itu di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) maupun daerah rawan.

READ ALSO  : DPR RI SANGAT APRESIASI KESERIUSAN PEMERINTAH BEBASKAN PILOT SUSI AIR

Pangdam menyatakan, penambahan pasukan tidak dilakukan lantaran pertimbangan tempat penugasan dan psikologi prajurit. “Kita tidak mungkin melakukan penambahan pasukan, tidak ada penambahan pos, kalau ditambah mau ditaruh di mana. Kan tidak mungkin mereka di hutan terus, mereka juga punya keluarga, butuh juga pembinaan karier, dan lainnya,” jelas Pangdam.

Secara periodik pasukan dari batalyon seluruh Indonesia diganti karena memang bukan organik. Pergantian atau rotasi dilakukan untuk tetap mempertahankan moril dan kesiapsiagaan prajurit dalam melaksanakan tugas. Selain datang untuk menjaga kedaulatan di tanah Papua, Pasukan TNI juga mempunyai tugas untuk mengatasi kesulitan rakyat disekitar tempat dimana mereka bertugas. “Keberadaan prajurit TNI juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat juga membantu meningkatkan kesejahteraan melalui program teritorial, ” kata Mayjen TNI Izak.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan saat diwawancarai awak media pada Kamis, 20 Juli 2023. (SuaraJayapura)

READ ALSO  : PANGLIMA TNI UNGKAP KONDISI PILOT SUSI AIR SELAMA 5 BULAN DISANDERA KKB

Pangdam Cendrawasih mengakui ada beberapa pos yang tidak ada masyarakatnya. Kondisi ini lantaran masyarakat mengungsi akibat adanya ganggu. “Semoga dengan adanya prajurit di sana, masyarakat bisa kembali ke kampungnya. Seperti di Mapenduma, Mbua, dan Distrik Yal, Mugi dan beberapa daerah lain. Ada juga yang sebagian masyarakat sudah kembali. Pos di sana bertugas mendampingi masyarakat untuk mempercepat pemulihan di daerah itu,” jelasnya.

Pangdam Cenderawasih juga berharap tidak ada lagi kasus penyerangan terhadap aparat keamanan. Karena, bila itu terus terjadi, maka prajurit pasti akan membalas. Jadi, nantinya yang menjadi korban warga tidak berdosa.

Tidak mungkin prajurit diam saja bila diserang atau ditembaki, walaupun saat ini TNI terus berbenah diri dan lakukan evaluasi agar semakin profesional.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan di Tanah Papua sehingga aman dan pembangunan dapat dilaksanakan sesuai program,” harap Pangdam Izak Pangemanan.

READ ALSO  : KONFLIK KENYAM NDUGA BERAKHIR DENGAN 10 POIN KOMITMEN PERDAMAIAN

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments