BANDUNG BARAT, tabloidnusantara. Sedetik lagi bisa jadi tragedi. Video detik-detik sejumlah pengendara motor melintas di perlintasan kereta api Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kabupaten Bandung Barat, viral setelah nyaris tertemper KA Feeder, Selasa (1/9)
Dalam rekaman yang beredar, palang pintu perlintasan tampak terbuka. Beberapa warga dan pengendara sepeda motor tampak menyeberang seperti biasa. Padahal, dari arah berlawanan KA Feeder sudah akan melintas.
Penyebabnya sederhana tapi fatal, penjaga perlintasan mengira rangkaian kereta sudah selesai lewat.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama,” kata Kuswardojo saat dikonfirmasi.
Menurut Kuswardojo, JPL di Kampung Sumur Bor saat ini masih dijaga secara swadaya oleh warga. Palang yang ada pun bukan palang otomatis, melainkan palang manual darurat yang dipasang Pemkab Bandung Barat sejak Desember 2023.
Saat kejadian, palang manual itu sudah dibuka lebih dulu. Bersamaan dengan itu, KA Feeder justru datang dari arah sebaliknya.
Hingga 2026, rencana pemasangan palang otomatis di titik ini disebut belum terealisasi. Perlintasan ini termasuk salah satu titik rawan di jalur KA Feeder Bandung yang tiap hari dilintasi warga, pelajar, dan pekerja.
Video itu memperlihatkan betapa tipisnya jarak antara selamat dan celaka. Beruntung tidak ada korban. Tapi peristiwa ini kembali menyorot persoalan klasik: perlintasan sebidang tanpa sistem pengaman memadai.
Dengan volume KA Feeder yang semakin padat, mengandalkan palang manual dan penjagaan swadaya jelas tidak cukup. Satu kali miskomunikasi bisa berujung korban jiwa.
KAI dan Pemkab Bandung Barat kini didesak mempercepat pemasangan palang otomatis dan sistem peringatan dini di JPL Sumur Bor. Karena keselamatan tidak bisa terus dipertaruhkan pada asumsi “kereta sudah lewat”.
