FAKFAK, tabloidnusantara. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) bergerak cepat membantu masyarakat mengendalikan dan memadamkan musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampung Tunas Gain, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Aksi gotong royong terpadu yang melibatkan warga Kampung Tunas Gain dan sekitarnya tersebut dilakukan untuk melokalisasi pergerakan titik api agar tidak meluas ke kawasan permukiman penduduk serta lahan perkebunan produktif masyarakat.
Koordinator Lapangan Umum Ekspedisi Patriot Unhas, Michel O’Brien, menjelaskan bahwa dalam penanganan pemadaman darat yang penuh tantangan geografis, pihaknya menerjunkan teknologi pemantauan udara (unmanned aerial vehicle/drone) guna mengidentifikasi sebaran titik api yang tersembunyi di balik vegetasi rapat.
“Kehadiran Tim Patriot Unhas di Fakfak Timur merupakan wujud nyata pengabdian masyarakat. Kami memprioritaskan pemetaan udara melalui drone karena arah angin dan titik api yang tertutup vegetasi sangat sulit dipantau dari darat. Data pemetaan real-time ini langsung kami sampaikan kepada warga sebagai panduan penanganan darat yang efisien dan presisi,” ujar Michel O’Brien dalam keterangannya di Fakfak, Kamis (17/9).
Penggunaan pemetaan udara terbukti mempercepat koordinasi warga dalam menentukan prioritas pemadaman di area-area krusial. Selain melakukan pemadaman langsung, tim gabungan terus menyisir potensi munculnya sekam api guna mencegah potensi kebakaran susulan.
Kolaborasi antara kekuatan gotong royong masyarakat dan dukungan teknologi akademisi ini diharapkan dapat menekan dampak kerusakan lingkungan serta menjaga stabilitas ekosistem hutan di wilayah Kabupaten Fakfak.
