Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

MAKASSAR TERAPKAN ANTRIAN BBM NON SUBSIDI SISTEM GANJIL GENAP

MAKASSAR, tabloidnusantara. Sepekan ke depan isi Pertalite dan Solar di Sulawesi Selatan tidak lagi bisa seenaknya. Mulai 13 September 2026, Pemerintah Provinsi Sulsel resmi menerapkan sistem ganjil genap untuk pengisian BBM bersubsidi di seluruh SPBU.

Kebijakan itu langsung diuji di lapangan dan hasilnya, antrean yang dulu tumpah ke badan jalan mulai masuk kembali ke halaman SPBU.

Pantauan di SPBU Racing Center Makassar pada Minggu menjadi bukti awal. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sulsel, Fahlevi Yusuf, yang turun langsung memantau sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WITA, melihat antrean kendaraan relatif terkendali.

“Hari ini di SPBU Racing Center kita sudah menerapkan sistem ganjil-genap untuk seluruh masyarakat yang isi BBM. Sampai saat ini cukup longgar,” ujarnya.

Perbedaan paling terasa ada pada panjang antrean. Sebelumnya kendaraan bisa mengular hingga keluar SPBU dan mengganggu arus lalu lintas. Kini, menurut Fahlevi, antrean paling panjang hanya mengisi sekitar setengah area SPBU dan tidak sampai ke jalan.

“Sangat jelas dampak perbedaannya. Antrean itu bahkan sudah tidak di jalan, di dalam SPBU saja cuma setengah,” katanya.

Ketertiban masyarakat disebut menjadi kunci. Petugas ditempatkan di titik masuk dan pompa untuk mengarahkan kendaraan sesuai nomor polisi. Fahlevi menilai imbauan dipatuhi.

Banyak pengendara juga mengaku sudah tahu aturan ini dari media sosial, lalu sengaja memilih SPBU yang antreannya lebih pendek seperti Racing Center.

Kunjungan lapangan itu turut dihadiri Kepala BPH Migas Wahyudi Anas. Kehadirannya untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dan distribusi subsidi tepat sasaran selama masa uji coba kebijakan.

Di antara pengendara yang antre, Jabar mengaku butuh waktu sekitar 30 menit untuk mengisi BBM. Baginya itu jauh lebih cepat dibanding hari-hari sebelumnya.

“Kalau hari-hari sebelumnya kan antreannya lebih panjang. Ya tidak apa-apa hari ini ganjil, besok yang genapnya. Semoga tidak lama, tidak lewat seminggu sudah normal,” ujarnya.

Senada disampaikan Andi Muhammad Fikri Rafi’i, pengendara motor. Ia menilai ganjil genap adalah jalan tengah yang masuk akal untuk menghentikan penumpukan kendaraan.

“Opsi ini bagus untuk mengatasi persoalan kemarin yang antreannya membludak,” kata Fikri.

Ia juga menyebut kehadiran petugas di lapangan membantu, karena pengendara langsung diarahkan dan tidak berebut antre.

Penerapan ganjil genap ini dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026 di seluruh SPBU Sulsel. Tujuannya jelas: memotong antrean, mengurangi kemacetan di sekitar SPBU, dan memastikan BBM bersubsidi tidak diserbu dalam waktu bersamaan.

Hari pertama sudah memberi sinyal. Antrean tidak hilang, tapi setidaknya sudah kembali ke tempatnya, di dalam SPBU, bukan di jalan raya.