Kamis, 29 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

MAKASSAR JAJAKI TEKNOLOGI JEPANG LAWAN BANJIR, SEDOT DAN SEMPROT DRAINASE BERTEKANAN TINGGI

Bagikan berita:

MAKASSAR, tabloidnusantara. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, menjajaki pemanfaatan teknologi kendaraan penyedot dan penyemprot air bertekanan tinggi dari Jepang untuk mengantisipasi banjir dan mempercepat penanganan genangan saat musim hujan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, di Makassar, Selasa, mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu membersihkan saluran drainase dari sedimentasi dan sampah yang menghambat aliran air.

“Ke depan, alat ini diharapkan bisa membantu mengantisipasi banjir dan genangan. Dengan begitu, penanganan air di kanal maupun selokan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” kata Munafri.

Penjajakan teknologi tersebut dilakukan melalui kerja sama antarkota (city-to-city) antara Makassar dan Yokohama, Jepang, yang difasilitasi Nippon Koei Co., Ltd.

Sebagai langkah awal, Munafri meninjau demonstrasi penggunaan kendaraan penyedot dan penyemprot air di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar.

Menurut dia, inovasi teknologi menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efektivitas penanganan drainase, terutama pada saluran yang sulit dijangkau dan membutuhkan peralatan dengan daya sedot serta tekanan air tinggi.

Ia mengatakan langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini, terlebih berdasarkan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Makassar diperkirakan memasuki periode peningkatan curah hujan pada akhir November hingga awal Desember.

Munafri menjelaskan salah satu tantangan penanganan drainase di Makassar adalah keberadaan saluran tertutup serta penumpukan sedimen dan sampah yang menghambat kelancaran aliran air.

Kendaraan penyedot diharapkan dapat membantu mengangkat endapan dan menangani genangan, sedangkan kendaraan penyemprot bertekanan tinggi dapat digunakan untuk membersihkan kotoran yang melekat pada saluran.

“Kota Makassar memiliki banyak saluran, termasuk yang tertutup. Karena itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu proses penyedotan dan pembersihan secara lebih maksimal,” ujarnya.

Ia menegaskan demonstrasi tersebut masih menjadi tahap awal untuk menilai kesesuaian teknologi dengan kondisi drainase di Makassar, termasuk efektivitas, kebutuhan operasional, dan manfaatnya bagi penanganan banjir.

Pemerintah Kota Makassar akan mengevaluasi hasil penjajakan sebelum menentukan pemanfaatan teknologi tersebut lebih lanjut. Menurut Munafri, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika genangan terjadi, tetapi juga harus disertai upaya pencegahan melalui pemeliharaan saluran air secara berkala.

Ia berharap penjajakan kerja sama dengan Kota Yokohama dapat membuka peluang penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Makassar dan kebutuhan penanganan banjir di lapangan.

Munafri menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi musim hujan membutuhkan dukungan perencanaan, pemeliharaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, serta respons cepat untuk meminimalkan dampak genangan terhadap masyarakat.