JEMBRANA, tabloidnusantara. Pemerintah Kabupaten Jembrana segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak longsor dengan menggunakan anggaran bersumber dari belanja tidak terduga.
“Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan segera melakukan kajian teknis agar jalan yang merupakan akses vital warga aman dilalui. Untuk perbaikan jalan terdampak bencana, kami menggunakan anggaran belanja tidak terduga,” kata Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat mendatangi dua lokasi longsor yang mengganggu akses jalan di dua desa di Kecamatan Mendoyo di Jembrana, Sabtu.
Memasuki musim penghujan, dia mengimbau masyarakat, khususnya di kawasan yang rawan bencana, untuk waspada.
Ia juga memerintahkan aparat desa untuk cepat melapor jika terjadi bencana di wilayahnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Arthana Putra mengatakan hujan lebat beberapa hari terakhir menyebabkan tanah longsor, antara lain di Banjar Yeh Mecebur, Desa Penyaringan, Banjar Munduk Anggrek Kaja, Desa Yehembang dan Banjar Tibu, Desa Yehembang Kangin yang seluruhnya di Kecamatan Mendoyo.
Di Banjar Yeh Mecebur, kata dia, hujan lebat pada Jumat (30/10), sekitar pukul 20.00 Wita menyebabkan longsor pada sisi kiri dan kanan jalan.
Pada sisi kiri, panjang longsor mencapai 20 meter dengan ketinggian 10 meter, sedangkan sisi kanan panjang 10 meter dan ketinggian 6 meter.
Di Desa Yehembang Kauh, longsor mengakibatkan kerusakan sepanjang kurang lebih 12 meter dengan ketinggian mencapai 3 meter.
“Kerusakan akibat longsor juga terjadi di Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin. Tanah longsor struktur senderan jalan ambrol dengan tinggi sekitar 6 meter dan panjang 12 meter,” katanya.
