Selasa, 20 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
NASIONAL

KUASA HUKUM UNGKAP 4 PELURU BERSARANG DI KEPALA BHARATU LAURENTIUS, CURIGAI PELAKU LEBIH DARI SATU ORANG

Bagikan berita:

JAKARTA, tabloidnusantara. Fakta baru terungkap dalam kasus penembakan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai yang tewas di Markas Ditpoludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Kuasa hukum korban, Petrus Bala Pattyona, menyebut ada empat proyektil peluru ditemukan di kepala korban berdasarkan hasil otopsi di RS Polri Kramat Jati.

“Ada orang yang berbaik hati bisa memberikan penjelasan tidak resmi kepada kami bahwa di dalam kepala almarhum ada empat proyektilnya. Dan menurut informasi, di dalam senjata laras panjang itu masih ada tiga pelurunya,” kata Petrus di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/10).

Petrus juga mengungkapkan kondisi luka korban yang mengenaskan. Berdasarkan foto otopsi yang diterimanya, korban mengalami luka belah di kepala bagian belakang, luka sabetan di bawah rahang kiri, serta luka di lengan kiri.

“Kemudian ada sabetan di leher sini, kemudian ada di lengan,” tutur Petrus sambil menunjuk bagian tubuh.

Ia menegaskan informasi tersebut masih berdasarkan dokumen foto, belum keterangan resmi dari dokter forensik yang berkompeten.

Kejanggalan lain disorot kuasa hukum terkait dugaan pelaku lebih dari satu orang. Senjata laras panjang dan sangkur yang digunakan pelaku dinilai mustahil digunakan sendirian secara bersamaan.

“Kami mencurigai dia bisa menggunakan senjata laras panjang bersamaan dengan sangkur, bagaimana bisa? Dia menembak lalu ambil sangkurnya, atau bersamaan? Kan tidak mungkin. Pasti korban juga akan melawan,” ujar Petrus.

Menurutnya, penggunaan senjata laras panjang dari gudang penyimpanan juga memerlukan persetujuan pihak lain.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan peristiwa penembakan yang terjadi Jumat (16/10) sekitar pukul 05.30 WIB di Mako Polairud Pondok Cabe.

Pelaku berinisial AR yang juga anggota Polri telah diamankan dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Kami menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya anggota Ditpoludara Bharatu LVVL dalam peristiwa penembakan tersebut. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan,” kata Budi, Minggu (18/10).