Rabu, 21 Oktober 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

BGN UJI COBA MBG SISTEM PRASMANAN DI 66 SPPG, SISWA BISA TAMBAH PORSI

Bagikan berita:

JAKARTA, tabloidnusantara. Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 10 provinsi untuk meningkatkan kualitas penyajian dan efektivitas operasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan uji coba ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dan merujuk praktik serupa di negara lain.

Uji coba prasmanan dilakukan untuk mengatasi kendala distribusi seperti waktu pengiriman yang lama dan suhu makanan yang turun saat sampai ke penerima manfaat, yang berpotensi mengganggu kualitas dan keamanan pangan.

Sistem prasmanan juga diharapkan menekan sisa makanan karena siswa bisa menambah porsi sesuai kebutuhan.

“Bahkan ada beberapa yang masih lapar, dia bisa tambah lagi, jadi makanan tidak ada tersisa ya,” kata Zulkifli usai rakor MBG di Jakarta, Senin (19/10).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan hasil uji coba sepekan menunjukkan tingkat konsumsi lebih baik dan makanan lebih segar serta hangat.

“Antusiasme siswanya juga lebih senang karena selain porsi yang dia dapat, kalau masih ada sisa masih bisa nambah,” ujar Sudaryono.

Menurutnya, prasmanan membuat penyajian lebih fleksibel menyesuaikan kebutuhan siswa.

Namun, pemerintah masih mengkaji biaya dan kebutuhan tenaga kerja untuk model ini. Evaluasi dilakukan untuk menghitung efisiensi maupun tambahan biaya operasional dibanding sistem lama.

“Dari sisi operasional itu yang sedang kita hitung lagi, sedang kita kaji kira-kira bisa kurang berapa atau jangan-jangan lebih berapa,” katanya.

Uji coba juga untuk mengidentifikasi kendala teknis di lapangan, termasuk kesiapan sekolah dan kebutuhan tenaga. Sekolah perlu edukasi agar pelaksanaan tertib, dengan pendampingan yang disesuaikan usia siswa, karena kebutuhan siswa SD kelas awal berbeda dengan kelas yang lebih tinggi.