JAKARTA, tabloidnusantara. Senjata sebanyak 995 merupakan airsoft gun yang ditemukan di ruangan mantan kepala yayasan sekolah swasta berinisial IWD di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan bukan merupakan senjata api.
Pengacara IWD, Alhadid Endar Putra, menegaskan pihaknya tidak memiliki dan menyimpan senjata api lain yang ditemukan di ruang kerja yang ditempati IWD sebelumnya.
Ratusan airsoft gun sebelumnya dibeli oleh PT Lokta Karya Persatuan Berburu dan Tembak Seluruh Indonesia (Perbakin) pada 2008.
“Total 995 merupakan airsoft gun yang legal, perihal senapan api apabila ada bukan milik PT Lokta Karya Perbakin,” ungkap Alhadid, Kamis (6/8).
Airsoft gun yang kini sudah tak berfungsi lagi itu diklaim sudah mengantongi izin dari Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri.
Saat itu, airsoft gun dibeli untuk menunjang pelatihan atlet menembak dalam persiapan mengikuti Southeast Asian Shooting Association (SEASA) Championship.
Namun, pembina dan penanggung jawab ekstrakurikuler meninggal dunia, sehingga belum ada kepastian lagi terkait pembentukan ekstrakurikuler tersebut.
Semua airsoft gun pun disimpan ke dalam gudang yang tidak dapat diakses oleh murid. Alhadid mengatakan, gudang juga selalu dijaga agar tidak ada pihak yang tidak berkepentingan masuk ke dalamnya.
“Murid-murid berada di gedung utama, sehingga arus lalu lalang pada gudang dibatasi, gudang selalu terkunci dengan baik dan selalu ada staff kami,” kata dia.
Menurutnya, temuan senjata api yang diungkap pihak yayasan diduga hanya rekayasa. Sebab, keberadaan airsoft gun disebut sudah diketahui pihak sekolah sejak awal.
IWD juga disebut tidak pernah mengunci ruangan sekolah dan membawa serta kuncinya setelah dilepaskan dari jabatannya sejak April lalu.
Termasuk temuan narkotika jenis sabu dan ganja serta 25 VCD porno di ruangan yang sedianya ditempati IWD.
“Ini kan sudah tahu mereka di sekolah ini. Bahkan saya dapat informasi ini settingan semua jadinya pemeriksaan dan lain sebagainya,” kata dia.
Sebab saat IWD dipecat, pihak sekolah sempat meminta dia membawa seluruh airsoft gun itu.
Dalam lembar berita acara serah terima barang kepada Polres Jakarta Selatan, pihak yayasan menyebutkan adanya 995 senjata api yang meliputi 776 air rifle, 215 pistol, dan 4 senapan kaliber 4,5.
