SURABAYA, tabloidnusantara. Kapal Motor Virgo Transport 8 dipastikan telah tenggelam sepenuhnya di Laut Jawa. Kepastian itu mengakhiri spekulasi setelah kapal sempat ditemukan dalam posisi terbalik dan masih mengapung telungkup oleh tim pemantau udara.
Insiden ini terjadi pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA di perairan Kepulauan Masalembu, sekitar 148 kilometer atau 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.
Kapal Ro-Ro milik PT Virgo Karya Shipping tersebut berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 jiwa yang terdiri dari 213 penumpang dan 30 kru, serta 89 unit kendaraan.
Hilangnya kontak pertama kali dilaporkan manajemen perusahaan pada pukul 04.10 WITA ke Kantor SAR Banjarmasin. Pada hari yang sama,
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi dari pantauan helikopter bahwa kapal ditemukan terbalik namun belum tenggelam.
Dua hari kemudian, datum atau posisi pasti kapal berhasil diidentifikasi dan statusnya berubah menjadi tenggelam total.
Operasi pencarian dan penyelamatan kini memasuki fase paling kritis yaitu penyelaman dalam.
TNI Angkatan Laut mengerahkan tiga Kapal Republik Indonesia bersama perahu karet Rigid Hull Inflatable Boat dan sekoci.
Fokus operasi ada pada Tim Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air dan Komando Pasukan Katak yang diturunkan untuk menembus badan kapal.
Upaya itu membuahkan hasil. Dengan memecahkan kaca jendela untuk mendapatkan akses masuk ke ruangan kapal yang sudah berada di dasar laut, tim Koppeba dan Kopaska berhasil mengevakuasi tiga jenazah yang terjebak di dalam.
Ketiga korban langsung dipindahkan ke KRI I Gusti Ngurah Rai-332 untuk dibawa menuju perairan Banjarmasin sebelum diserahkan ke darat dan diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification Polri yang telah membuka posko post mortem di Surabaya dan Banjarmasin.
Hingga fase ini, data resmi Basarnas mencatat 108 orang berhasil selamat, 6 orang terkonfirmasi meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Basarnas sendiri mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 15 armada yang terdiri dari 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat termasuk dukungan pesawat CN-235 milik TNI AL dan pesawat Polri untuk menyisir enam sektor pencarian.
Penyebab kecelakaan masih dalam investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Dugaan awal mengarah pada cuaca buruk dan pergeseran stabilitas yang menyebabkan kapal miring sebelum akhirnya terbalik.
KSOP Tanjung Perak menyatakan tidak menerima peringatan dini cuaca buruk dari BMKG saat keberangkatan, dengan prediksi tinggi gelombang hanya 1,5 hingga 2 meter yang masih dianggap layak untuk kapal sekelas 8.500 GT.
Setelah proses evakuasi korban dari dalam kapal, agenda berikutnya yang disiapkan Basarnas adalah upaya pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8.
Langkah ini dinilai krusial untuk membuka akses pencarian korban yang diduga masih terperangkap serta untuk kepentingan investigasi menyeluruh atas tragedi pelayaran Surabaya-Banjarmasin ini.
