BANJARMASIN, tabloidnusantara. KM Virgo Transport 8 mengalami kemiringan dan hilang kontak di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Minggu dini hari. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 103 penumpang. Hingga Minggu siang sebanyak 102 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia.
Sementara 140 orang lainnya masih dalam pencarian di titik kapal terakhir terdeteksi sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan proses evakuasi awal dilakukan oleh kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.
Kapal MT Mauhau mengevakuasi 16 orang. Dari jumlah itu 15 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia. Keenam belas korban rencananya akan dibawa ke Tuban, Jawa Timur.
Sementara itu Kapal MT AIDA menyelamatkan 49 orang dalam kondisi selamat. Kapal TB TCP mengevakuasi 38 orang selamat. Kedua kapal tersebut saat ini diarahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
”Kami masih melakukan pendataan spesifik untuk mengetahui nama-nama korban yang selamat dan meninggal dunia,” ujar I Putu dalam siaran pers di Banjarmasin, Minggu.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, KM Virgo Transport 8 milik PT Virgo Karya Shipping bertolak dari Surabaya pada Sabtu pagi dan dijadwalkan tiba di Banjarmasin.
Kapal berbobot 8.540 GT yang dinakhodai Arief Yunianto itu dikabarkan mengalami cuaca buruk sebelum akhirnya listing sekitar pukul 02.00 WIB di perairan Masalembo.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyebutkan berdasarkan manifes kapal membawa 243 orang. Rinciannya terdiri dari kru, mitra kerja, penumpang dewasa, anak-anak, serta sopir dan kernet kendaraan. Di atas kapal juga terdapat 89 unit kendaraan.
”Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan semua pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” kata Heri.
KSOP Banjarmasin telah mendirikan Posko Tanggap Darurat di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti. Posko ini difungsikan untuk koordinasi dengan keluarga korban dan instansi terkait.
Untuk mempercepat pencarian 140 orang yang belum ditemukan, Tim SAR Gabungan mengerahkan armada laut dan udara. Basarnas menurunkan KN SAR Laksmana dan satu helikopter yang diterbangkan dari Surabaya untuk menyisir area perairan Laut Jawa.
Hingga berita ini diturunkan penyebab pasti kemiringan kapal dan potensi pencemaran masih dalam tahap investigasi oleh pihak berwenang. Operasi pencarian masih terus berlangsung dengan mengutamakan keselamatan korban.
Peristiwa KM Virgo Transport 8 kembali mengingatkan risiko pelayaran di musim cuaca tidak menentu. Dengan ratusan orang masih dalam pencarian, koordinasi antar instansi dan dukungan kapal di sekitar lokasi menjadi kunci utama dalam operasi penyelamatan ini.
