SLEMAN, tabloidnusantara. Bayangan keracunan massal kembali menghantui program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sleman. Kali ini giliran Kapanewon Turi yang porak-poranda setelah puluhan pelajar dari SD hingga SMK dan seorang guru kolaps bersamaan pada Senin siang, (7/9).
Semuanya berawal dari satu dapur. Makanan yang disantap para korban disuplai langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Wonokerto. Pengiriman tiba di SMPN 3 Turi sejak pukul 07.10 WIB. Sesuai prosedur, guru piket sudah melakukan uji organoleptik.
Tampilan nasi, bola-bola daging, tumis kol dan wortel, edamame, serta semangka kuning dinyatakan normal. Tidak ada lendir, tidak ada bau menyengat.
Kewaspadaan itu runtuh beberapa jam kemudian. Seorang guru pendamping yang ikut menyantap menu yang sama tiba-tiba muntah terus-menerus. Kepanikan merambat cepat. Satu per satu siswa menyusul dengan keluhan pusing, mual, dan muntah hebat.
Di SMPN 3 Turi saja, dua puluh empat orang harus mendapatkan penanganan. Seorang guru bersama dua puluh tiga siswa dilarikan ke RSUD Sleman karena gejala yang tidak bisa ditangani di sekolah. Puluhan siswa lain dengan kondisi lebih ringan dirawat di Puskesmas Turi.
Rantai dampaknya tidak berhenti di satu sekolah. Panewu Anom Kapanewon Turi, Muhamad Yunan, memastikan laporan serupa juga masuk dari SD Ma’arif Balirante dan SMK Muhammadiyah 1 Turi. Ketiganya menerima suplai dari dapur Wonokerto yang sama.
Kecepatan penanganan jadi satu-satunya kabar lega. Sebelum sempat disantap, paket makanan untuk TK Indriasana yang juga berasal dari dapur itu ditarik paksa oleh petugas. Anak-anak di sana urung menjadi korban.
Insiden ini menyeret kembali sorotan ke sistem pengawasan MBG di Sleman. Padahal kasus serupa baru saja terjadi di Kapanewon Sleman. Uji organoleptik yang lolos, distribusi serentak, dan jumlah korban lintas jenjang pendidikan membuat pertanyaan publik semakin tajam: seberapa aman rantai produksi hingga ke meja siswa?
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Wonokerto belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu tim kesehatan masih menelusuri penyebab pasti dan menelusuri sampel makanan yang tersisa.
